Asma Bronkial

31 Mei 2018 - 09:36 WIB

Penulis:

Dr. Affyarsyah Abidin, SpP

Affyarsyah Abidin adalah seorang dokter spesialis Paru kelahiran Padang, 17 desember 1961. Lulus dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Andalas pada tahun 1987. Kemudian melanjutkan pendidikan spesialis Paru di Universitas Indonesia dengan tahun kelulusan 2008.

 

Asma Bronkial adalah penyakit saluran napas kronik yang penting dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di berbagai Negara. Asma Bronkial serangannya dapat ringan atau berat. Kalau serangannya ringan mungkin tidak sampai mengganggu aktivitas pasiennya, tapi bila serangannya berat dapat mengganggu pekerjaan, sekolah dan menimbulkan kecacatan (produktivitas bisa terganggu). Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran tidak sepenuhnya diikuti dengan kemajuan penatalaksanaan asma. Terdapat beberapa hal yang penting diingat oleh masyarakat yaitu

  1. beratnya serangan asma
  2. keterlambatan datang ke IGD / rumah sakit / puskesmas
  3. penyakit penyerta lainnya
  4. penatalaksanaan asma

Secara definisi: asma adalah gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang melibatkan banyak sel dan elemennya inflamasi ini menyebabkan saluran napas menjadi hipersensitif sehingga saluran napas sangat mudah menyempit (konstriksi). Akibatnya akan muncul keluhan seperti: batuk, sesak napas, dada terasa berat, mengi (suara ngik-ngik) terutama terajdi pada malam hari/dini hari. Apabila serangan asma tidak berat bisa pulih kembali tanpa pengobatan, tapi bila terasa semakin sesak sebaiknya segera dibawa ke IGD/ rumah sakit/ puskesmas terdekat.

Faktor resiko yang harus diingat antara lain:

  • Faktor host (penderita sendiri, sel-sel inflamasi yang berperan -> sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, neutrofil, sel epitel)
  • Faktor lingkungan (pencetus)
  • Asma non alergik
  • Asma kerja

Apabila serangan asma tidak terkontrol atau sering berulang maka dapat menimbulkan perubahan pada saluran napas (airway remodeling). Perubahan saluran napas dapat memperberat gejala penderita apabila muncul serangan asma berikutnya.

Beberapa fakta lingkungan yang harus diingat adalah:

  • Alergen
  • Asap rokok
  • Polusi udara
  • Debu
  • Cuaca (Perubahan suhu yang cepat)
  • Makanan-makanan/ cemilan tertentu.

 

Diagnosis

Studi epidemiologi menunjukkan asma underdiagnosis di seluruh dunia, disebabkan berbagai hal antara lain gambaran klinis yang tidak khas dan beratnya penyakit yang sangat bervariasi, serta gejala yang bersifat episodik.

Anamnesis yang baik cukup untuk menegakkan diagnosis ditambah pemeriksanaan jasmani dan pengukuran faal paru. Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam mendiagnosis asma selain gejala yang ada adalah riwayat keluarga (atopi), riwayat alergi; perkembangan penyakit dan penyebabnya.

Pemeriksaan fisik; bervariasi sepanjang hari sehingga dapat ditemukan normal. Tapi kelainan yang paling sering ditemukan terdapat mengi pada auskuitasi.

Pada keadaan serangan terjadi kontraksi otot polos, edema dan hipersekresi sehingga dapat menyumbat saluran napas, kondisi ini menyebabkan pernapasan menjadi lebih cepat, sesak napas, mengi. Serangan asma ini sangat bervariasi dari mulai ringan sampai berat misalnya penderita jadi sianosis, gelisah, sukar bicara, takikardi dan penggunaan alat bantu napas.

 

Faal Paru

Penting dilakukan untuk memulai beratnya gejala dan persepsi mengenai asmanya. Pengukuran Faal paru digunakan untuk menilai:

  • Obstruksi jalan napas
  • Reversibiliti kelainan faal paru
  • Variabiliti faal paru

Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah spirometri dan arus puncak ekspirasi (APE)

Klasifikasi derajat berat asma berdasarkan gambaran klinis (keluhan)

  • Intermitten (Gejala < 1x/ minggu) (ringan)
  • Persistent (sedang sampai dengan berat)
  • Ringan (gejala >1x / minggu)
  • Sedang (gejala setiap hari)
  • Berat (gejala terus menerus)

 

Penatalaksanaan Asma

Tujuan:

  1. Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma
  2. Mencegah eksaserbasi akut
  3. Meningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin
  4. Mengupayakan aktivitas normal termasuk latihan (exercise)
  5. Menginhibisi efek samping obat
  6. Mencegah kematian
  7. Mencegah keterbatasan saluran udara

 

Pengobatan asma

  • Pengontrol (inhalasi, sistemik, oral)
  • Pelega (inhalasi, sistemik, oral)

 

Pengontrol (controllers)

Pengontrol adalah indikasi asma jangka panjang untuk mengontrol asma, diberikan setiap hari untuk mencapai dan mempertahankan keadaan asma terkontrol pada asma persisten.

Pelega (Reliever)

Prinsipnya obat ini untuk dilatasi Jalan napas melalui relaksasi otot polos, memperbaiki dan menghambat bronkokonstriksi yang berkaitan dengan gejala asma akut seperti mengi, rasa berat di dada dan batuk, tidak memperbaiki inflamasi jalan napas atau menurunkan jalan napas.

 

Kesimpulan

  • Kenali penyakit asma anda
  • Kunjungi dokter spesialis paru apabila butuh informasi lanjut
  • Kenali pencetus
  • Olahraga
  • Pola hidup sehat
  • Kontrol teratur

 

ASMA BRONKIAL

11 Oktober 2018 - 14:47 WIB

ASMA SAYANG, ASMA TERKONTROL
Asma Bronkial adalah penyakit saluran napas kronik yang penting dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di berbagai Negara. Menurut Dr. Affyarsyah Abidin, SpP, salah seorang Dokter Spesialis Penyakit Paru RS.MMC, Asma Bronkial serangannya dapat ringan, sedang dan berat. Kalau serangannya ringan mungkin tidak sampai mengganggu aktivitas pasiennya, tapi bila serangannya berat dapat mengganggu pekerjaan, sekolah dan menimbulkan kecacatan (produktivitas bisa terganggu). Terdapat beberapa hal yang penting diingat oleh masyarakat yaitu
1. beratnya serangan asma
2. keterlambatan datang ke IGD / rumah sakit / puskesmas
3. penyakit penyerta lainnya
4. penatalaksanaan asma

Apabila serangan asma tidak terkontrol atau sering berulang maka dapat menimbulkan perubahan pada saluran napas.

Beberapa fakta lingkungan yang harus diingat adalah:
- Alergen
- Asap rokok
- Polusi udara
- Debu
- Cuaca (Perubahan suhu yang cepat)
- Makanan-makanan/ cemilan tertentu.

Sangat penting kontrol teratur dengan dokter Anda untuk mencapai Asma yang terkontrol agar Anda tidak terganggu oleh gejala Asma yang bisa muncul kapan saja.

Love you All
Salam Sehat

#edukasi#asmabronkial#lifestyle#paru#konsultasi#rsmmc#kenalipenyebabnya