Bakteri Listeria pada buah Rock Melon

14 Maret 2018 - 16:00 WIB

Dengan semakin maraknya pemberitahuan tentang larangan konsumsi buah Rockmelon asal Australia, menyusul sedang mewabahnya bakteri Listeria di negeri kangguru tersebut, penting untuk kita memahami tentang apa itu bakteri Listeria.

Apa itu Bakteri Listeria?
Merupakan bakteri yang menyebabkan buah-buahan menjadi busuk dan beracun. Biasanya bakteri ini banyak ditemukan di pupuk dan tanah yang digunakan untuk menyuburkan produk- produk hortikultura (budidaya tanaman kebun). Selain itu, sumber penularan bakteri ini dapat terjadi pada beberapa aspek, yaitu pemilihan makanan, pengolahan, hingga penyajian. Pada pemilihan makanan penularan biasanya pada produk seperti susu mentah, susu yang proses pasterurisasinya kurang benar, keju, es krim, sayur mentah, semua jenis daging mentah, dan ikan mentah atau ikan asap. Pada saat pengolahan hingga penyajian makanan dapat juga terjadi penularan dari penggunaan alat masak yang terkontaminasi oleh bakteri ini.
Bakteri ini mudah menyebar di daging hewan ternak dan produk susu serta buah seperti yang sekarang ini beredar penyebarannya di Rockmelon. Dan jika dikonsumsi manusia akan bisa tertular bakteri ini juga, namun tidak menular antar manusia.

Adapun gejala-gejala yang akan ditimbulkan oleh bakteri ini, antara lain:
- Demam
- Nyeri Otot
- Mual & Diare
- Kepala Pusing
- Kaku di bagian Leher
- Kehilangan Keseimbangan

Beberapa kondisi dimana kita mudah terinfeksi oleh bakteri ini, yaitu wanita hamil atau janin dalam kandungan, orang yang sistem kekebalannya lemah, orang tua (status imun mulai menurun).

Untuk pencegahan, ada beberapa langkah pencegahan agar terhindar dari infeksi bakteri Listeria, yaitu:
1) Bilas bahan mentah dengan air mengalir, seperti buah-buahan dan sayuran, sebelum dimakan,
dipotong, atau dimasak. Bahkan jika hasil tersebut sudah dikupas, tetap harus dicuci terlebih dahulu;
2) Menggosok produk hasil pertanian, seperti melon dan mentimun, dengan menggunakan sikat bersih sebelum disimpan, dan keringkan produk dengan kain bersih atau kertas;
3) Pisahkan daging mentah dan unggas dari sayuran, makanan matang, dan makanan siap-saji;
4) Cuci peralatan masak, berupa alat atau alas pemotong, yang telah digunakan untuk daging mentah, unggas, produk-produk hewani sebelum digunakan pada produk makanan lainnya; serta
5) Cuci tangan menggunakan sabun sebelum mengolah makanan, dan saat akan makan.

Pencegahan secara menyeluruh mungkin sangat sulit untuk dilakukan, namun makanan yang akan dimasak, dipanaskan dan disimpan dengan benar umumnya aman dikonsumsi karena
bakteri ini akan mati pada temperatur 75 C.
Narasumber : Dr. Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD-KPTI
(Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi)