Gejala Stres

10 April 2018 - 16:06 WIB

GEJALA STRES

Gejala stres bisa muncul berbeda-beda pada setiap orang. Tidak hanya dari sisi emosional, gejala stres juga mampu memicu beragam gangguan kesehatan pada tubuh. Bisa dibilang, stres merupakan bagian yang sering kita temui dalam aktifitas sehari-hari dan peristiwa atau suatu hal yang menyebabkan stres pada individu disebut stressor. Ada beragam pemicu stres, mulai dari kondisi kesehatan, pola berfikir yang pesimis atau negatif hingga kondisi lingkungan sekitar.

 

REAKSI ALAMI TUBUH

Stres sebenarnya merupakan reaksi alami tubuh dalam menghadapi perubahan atau kejadian tertentu yang dianggap tidak nyaman.
Stres dapat bermanfaat secara positif karena membuat seseorang waspada dalam menghadapi suatu keadaan yang dianggap
berbahaya, namun juga dapat menjadi negatif jika stres berlangsung berlarut-larut tanpa penanganan yang tepat. Gejala stres dapat
mempengaruhi berbagai aspek, termasuk emosi, perilaku, kemampuan berpikir, bahkan kondisi kesehatan. Seluruh tubuh rentan terkena
dampak stres. Gejala stres semakin berbahaya jika orang memilih cara yang tidak sehat untuk mengatasinya, seperti kecanduan alkohol,
merokok, penggunaan narkoba hingga adanya keinginan untuk melukai diri sendiri maupun orang lain.
Masing-masing individu dapat mengalami gejala yang berbeda-beda.Mulai dari gelisah, mood yang berubah-ubah, insomnia, sulit
merasa rileks, merasa selalu kesepian, menurunnya rasa percaya diri, merasa tidak berharga, hingga adanya keinginan untuk bunuh diri.
Gejala lainnya juga bisa berupa tindakan menarik diri dari orang lain atau lingkungan sosial hingga menurunnya gairah seksual. Selain itu,
perlu diketahui bahwa daya tahan terhadap stres yang dirasakan tiap individu juga berbeda, tergantung kondisi masing-masing individu
tersebut. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hal tersebut yaitu kualitas hubungan dan dukungan yang didapatkan dari orang lain,
besarnya tanggung jawab dalam bekerja, pernah mengalami suatu kejadian traumatis hingga kualitas ibadah seseorang.

 

MEMICU PENYAKIT

Gejala stres juga mampu memicu gangguan kesehatan walaupun seringkali tanpa disadari.

Berikut beberapa jenis penyakit yang dapat dipicu oleh stres:

1. Otot Tegang
Tubuh yang stres membuat otot menegang dan baru bisa kembali rileks saat stres mereda. Hal itu merupakan cara alami tubuh melindungi diri dari rasa sakit dan cedera. Stres yang terjadi terus-menerus dan dalam jangka panjang dapat memicu penyakit seperti sakit kepala dan migrain yang diakibatkan tegangnya otot di sekitar kepala, leher dan bahu.

2. Serangan Panik
Serangan panik dapat timbul ketika individu terpapar dengan suatu hal yang membuatnya stress atau stressor. Serangan panik ini dapat membuat individu tersebut mengalami kesulitan dalam bernafas, munculnya keringat dingin bahkan dapat membuat individu menangis atau berteriak secara tiba-tiba tanpa suatu
alasan yang jelas.

3. Rambut Rontok
Gejala stres dapat meningkatkan kecepatan rambut rontok hingga lebih dari normal. Bila pada kondisi normal rambut rontok sekitar 100 helai per hari maka pada saat stres rontok bisa mencapai setengah atau tiga perempat total rambut. Kerontokan pada rambut cenderung muncul beberapa minggu bahkan bulan
setelah individu terpapar dengan hal yang membuat stres atau stressor.

4. Penyakit Kulit
Gejala stress diketahui menyebabkan penyakit kulit atau memperparah kondisi kulit sensitif dan gangguan kulit yang sudah ada. Misalnya jerawat, psoriasis, rosacea dan lain-lain.

5. Gangguan Pola Makan dan Pencernaan
Perubahan pola makan terjadi pada sebagian orang yang merasa stres, ada yang memilih mengonsumsi lebih banyak makanan dari biasanya. Sebaliknya, ada yang memilih untuk makan lebih sedikit. Hal itu dapat memicu rasa tidak nyaman pada perut, bahkan muntah. Selain itu, stres dapat mempengaruhi proses pencernaan dan penyerapan nutrisi pada tubuh, sehingga bisa menyebabkan diare atau sembelit.

6. Penyakit Jantung dan Tekanan Darah Tinggi
Stres yang terjadi dalam jangka pendek, seperti kemacetan atau menghadapi tenggat waktu dalam pekerjaan, akan meningkatkan detak jantung dan kontraksi otot jantung menjadi lebih kuat. Jika stres terjadi terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, stroke, atau serangan jantung.

Tidak dapat dipungkiri, stres merupakan bagian dari kehidupan. Hanya saja penting untuk mengenali gejala stres dan kondisi yang dapat menyebabkan stres agar dapat mencegah adabnya efek jangka panjang secara berlebihan dan kita dapat mengelola stres secara tepat. Konsultasikan dengan psikolog apabila merasakan gejala-gejala stres tersebut.

 

RS.MMC x Generali