Imunisasi Difteri

15 Desember 2017 - 13:58 WIB

Apa itu Difteri?
Penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri gram positif Corynebacterium diphtheriae strain toksin, ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi. Terutama pada selaput mukosa faring, laring tonsil, hidung dan juga pada lapisan kulit.

Ditularkan melalui percikan cairan dari saluran pernafasan atau kontak langsung dengan cairan yang keluar dari saluran pernafasan, dan pengelupasan luka di kulit.

 

Gejala
- Demam +38C
- Munculnya pseudomembran putih keabu-abuan, tak mudah lepas dan mudah berdarah
- Sakit waktu menelan
- Leher membengkak seperti leher sapi (bullneck), akibat pembengkakan kelenjar leher
- Sesak nafas disertai bunyi (stridor)

 

Pencegahan
3 jenis vaksin untuk imunisasi Difteri:
- Vaksin DPT-HB-Hib
- Vaksin DT
- Vaksin Td

 

Imunisasi Difteri pada bayi dan batuta
Bayi (0-11 bulan) wajib mendapatkan 3 dosis imunisasi dasar DPT-HB-Hib pada usia 2,3 dan 4 bulan.
Kemudian, dilanjutkan dengan 1 dosis imunisasi lanjutan DPT-HB-Hib pada usia 18 bulan.

Pada usia dewasa lebih dari 40 tahun sebaiknya melakukan suntikan ulangan dengan interval penyuntikan 0,1, 6 bulan.

Imunisasi Difteri pada anak sekolah
Anak sekolah dasar/sederajat kelas 1 wajib mendapatkan 1 dosis imunisasi DT. Anak sekolah dasar/ sederajat kelas 2 dan 5 wajib mendapatkan imunisasi Td.

 

RS MMC telah menyediakan imunisasi Difteri. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi kami di 021-520 3435 ext. 1104 / 1204 / 1130.

Simak video hasil wawancara dengan Dr. Erni Juwita Nelwan, PhD, SpPD-KPTI beliau adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam Sub Spesialis  Infeksi & Tropik Di RS. MMC yang disunting dari Youtube Tubers MITV.

 

 

Sumber: Kemenkes RI, Des 2017, http://www.depkes.go.id/article/view/17120500001/-imunisasi-efektif-cegah-difteri.html