Serangan Jantung

03 Oktober 2017 - 02:21 WIB

Apakah infark miokard akut ?

Infark miokard akut atau  secara awam dikenal sebagai serangan jantung, adalah kondisi terhentinya aliran darah dari arteri koroner pada area yang terkena yang menyebabkan kekurangan oksigen (iskemia) lalu sel-sel jantung menjadi mati (nekrosis miokard).

Angka kematian akibat penyakit kardiovaskular sebanyak 17,3 juta orang tiap tahun. Diperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030

Apakah saya  berisiko mengalami serangan jantung ?

Bila anda memiliki faktor resiko seperti  tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, kencing manis, kurang diet dan kurang olahraga, kegemukan dan obesitas, merokok, keturunan penyakit jantung di keluarga dan faktor umur, maka  Anda memiliki risiko terkena serangan jantung.

 

Bagaimana saya mengetahui bila saya mengalami  infark miokard akut

Nyeri pada serangan jantung dapat digambarkan sebagai  berikut : nyeri  di dada bagian kiri atas  yang menjalar ke leher, rahang dan lengan, bahu kiri menjalar ke kedua lengan dan di antara tulang belikat, nyeri, sesak nafas dengan/tanpa nyeri dada, keringat dingin, rasa nyeri atau tidak nyaman pada ulu hati. Maka jangan abaikan gejala-gejala tersebut karena mungkin anda memiliki risiko besar  terkena serangan jantung.

Apa yang harus saya lakukan jika mengalami gejala tersebut ?

Segera periksakan diri anda ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain yang terdekat.  Selain gejala tersebut ada hal lain yang perlu dinilai sebelum diagnosa infark miokard akut  ditegakkan seperti EKG (rekam jantung) dan pemeriksaan enzim-enzim jantung. Pengenalan dini terhadap gejala-gejala infark miokard akut  dapat meminimalisir kerusakan pada sel jantung anda.

Bisakah saya mencegah miokard infark?

Ya  Anda bisa mencegah miokard infark akut dengan mengontrol faktor-faktor  risiko yang anda miliki, ubahlah gaya hidup anda, berhenti merokok dan berolahraga dengan teratur.