Siapakah yang Dianjurkan Menjalani Operasi Bypas Jantung?

16 Juni 2017 - 15:29 WIB

Prosedur pembedahan pada Jantung berkembang sangat pesat sejak beberapa dekade yang lalu dimulai dengan ditemukannya mesin paru-jantung (Heart-Lung Machine) yang dapat menggantikan sementara fungsi paru-paru dalam mengambil oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida sekaligus fungsi jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Secara garis besar prosedur operasi pada penyakit jantung memiliki kemiripan namun teknik operasi dapat bervariasi tergantung prosedur inti yang dilakukan berdasarkan kelainan yang ada. Sebagian besar operasi akan menggunakan mesin jantung paru dalam prosedurnya, tetapi ada juga teknik operasi jantung yang tidak menggunakan mesin jantung paru sama sekali  dimana jantung akan terus berdenyut selama operasi berlangsung.

Khusus untuk penyakit jantung koroner prosedur operasi CABG (Coronary Artery Bypass Grafting  (CABG) merupakan salah satu alternatif yang memiliki angka keberhasilan tinggi baik jangka pendek maupun ketahanan jangka panjang. Prosedur CABG dilakukan dengan membuat pintasan  (bypass) pada arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan dengan menggunakan pembuluh arteri radialis (dari lengan), arteri mamaria interna (dibawah dinding dada) atau vena safena magna (dari tungkai bawah).

Arteri koroner berfungsi sebagi tempat mengalirnya darah yang menghantarkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung sehingga apabila menyempit atau tersumbat, pasokan oksigen dan nutrisi ke otot jantung akan berkurang sehingga berakibat serangan jantung, pembengkakan dan gagal jantung bahkan kematian. Tujuan operasi CABG adalah untuk menambah aliran darah yang berkurang atau terhambat akibat adanya penyempitan atau penyumbatan arteri koroner tersebut.

Pada operasi CABG, pangkal pembuluh darah baru akan disambungkan ke aorta (pembuluh  arah utama yang keluar dari jantung), sedangkan ujungnya disambungkan ke bagian arteri koroner sesudah penyempitan atau yang mengalami sumbatan.

Siapakah yang dianjurkan menjalani operasi CABG
Secara umum, pasien yang dari hasil pemeriksaan angiografi koroner menunjukkan penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang signifikan adalah kandidat yang potensial untuk dilakukan tindakan revaskularisasi. Selain itu, tindakan revaskularisasi dilakukan pada pasien apabila :

  1. Pengobatan tidak berhasil mengontrol keluhan pasien.
  2. Hasil uji non-invasif menunjukkan adanya risiko miokard.
  3. Dijumpai risiko tinggi untuk kejadian serangan jantung dan kematian

Ada dua cara revaskularisasi yang telah terbukti baik pada Penyakit Jantung Koroner stabil yang disebabkan aterosklerotik koroner yaitu tindakan revaskularisasi pembedahan ; bedah pintas koroner (Coronary Artery Bypass Surgery = CABG), dan tindakan intervensi koroner perkutan (Percutaneous Coronary Intervention = PCI / Stenting).  Tujuan revaskularisasi adalah untuk meningkatkan survival, mencegah infark dan untuk menghilangkan gejala. Indikasi dilakukan CABG atau PCI adalah berdasarkan faktor risiko, lokasi dan anatomi arteri koroner yang terlibat, tingkat kerusakan arteri koroner serta jumlah arteri koroner yang mengalami penyempitan atau penyumbatan. Di RS MMC pendekatan tim melalui konferensi kasus dilakukan pada pasien-pasien yang memerlukan operasi CABG