SINDROM MENOPAUSE

16 Februari 2019 - 14:28 WIB

SINDROM GENITOURINARIA PADA MENOPAUSE

Sindrom Genitourinaria Menopause atau Genitourinary Symptom of Menopause (GSM)
menggambarkan gejala-gejala yang timbul pada masa pasca menopause akibat turunnya kadar
estrogen.

Pada GSM terjadi perubahan pada jaringan area intim dan pada saluran kencing bagian bawah.
Perubahan ini mengakibatkan berkurangnya kelembaban pada area intim, kurangnya elastisitas,
resorpsi atau mengecilnya labia minora dan sisa selaput dara, hilangnya lekuk-lekuk vagina,
kemerahan, dan terjadi kerapuhan pada permukaan area intim. Pada saluran kecing bagian
bawah terjadi penonjolan pada lubang uretra, adanya peregangan pada lubang saluran kemih,
disamping itu juga terjadi peningkatan pH diatas 5 sehingga menyebabkan terjadinya infeksi
saluran kemih dan area intim yang berulang.

Gejala yang biasa ditemukan adalah, kekeringan pada area intim, nyeri saat bersenggama,
hilangnya lubrikasi vagina, perdarahan paska senggama, hilangnya hasrat, dorongan dan
gangguan pada orgasme dan diikuti iritasi, rasa terbakar atau gatal pada area intim. Gejala pada
saluran kemih diantaranya nyeri saat buang air kecil, frekuensi berkemih yang sering, dengan
gangguan saat menahan berkemih dan adanya ‘kebocoran’ air seni saat batuk, atau tertawa atau
disebut stres inkontinensia urin (SIU)

PENGOBATAN DAN TATALAKSANA GSM

Karena penyebab utama dari GSM ini adalah berkurangnya hormon estrogen, salah satu metode
pengobatan adalah pengobatan hormonal, diantaranya dengan sulih hormon estrogen atau
estrogen lokal.

Pengobatan lainnya seperti pemberian lubrikan dan pemberian pelembab sangatlah memiliki efek
yg cukup memuaskan

Saat ini juga berkembang pengobatan modern untuk mengatasi masalah kekeringan area intim,
nyeri saat bersenggama dan SUI, diantaranya penggunaan laser (seperti laser fraksinasi O2).

Pada penelitian lain juga didapatkan hasil yang cukup memuaskan dengan penggunaan asam
(AH) Hyaluronat pada vagina dan Plasma Rich Platelet (PRP) atau plasma Darah pasien itu
sendiri yang diproses. Metode AH dan PRP ini dapat digunakan untuk mengobati kekeringan pada
vagina dan dapat memperbaiki SIU.

dr. Arief Gazali, SpOG (Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan)