Alergi Musiman pada Anak-Anak

24 Juli 2020 - 16:15 WIB

Alergi musiman, juga disebut sebagai hay fever adalah sekelompok kondisi yang dapat menyebabkan bersin, hidung tersumbat, atau pilek. Gejala hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu dalam setahun. Sebagian besar alergi musiman disebabkan oleh:

  • Serbuk sari dari pohon, rumput, atau gulma.
  • Spora jamur, yang tumbuh ketika cuaca lembab, basah, atau lembab.

Biasanya, orang menghirup zat ini tanpa masalah. Ketika seseorang memiliki alergi musiman, sistem kekebalan tubuh mereka bertindak seolah-olah zat tersebut berbahaya bagi tubuh. Inilah yang akan menimbulkan gejala alergi.

Apa saja gejala alergi musiman?

Gejala yang ditimbulkan dari alergi musiman dapat meliputi:

  • Hidung tersumbat, pilek, atau banyak bersin.
  • Mata gatal atau merah.
  • Radang tenggorokan, atau tenggorokan atau telinga gatal.
  • Bangun di malam hari atau sulit tidur, yang dapat menyebabkan rasa lelah atau kesulitan berkonsentrasi di siang hari.

Gejala alergi musiman biasanya tidak muncul pada anak-anak sampai setelah usia 2 tahun. Jika anak lebih muda dari 2 tahun dan memiliki gejala-gejala ini, bicarakan dengan dokter tentang apa yang menyebabkannya.

Apakah ada tes untuk alergi musiman?

Iya. Dokter anak akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan. Mereka mungkin akan melakukan tes lain, seperti tes alergi kulit. Tes kulit dapat membantu dokter mengetahui alergi pada anak. Selama tes kulit, dokter akan memberikan setetes zat yang mungkin alergi pada kulit anak dan membuat tusukan kecil di kulit. Kemudian, mereka akan mengawasi kulit anak untuk melihat apakah kulitnya memerah dan bergelombang di tempat kulit itu ditusuk.

Dapatkah gejala alergi musiman dapat dicegah?

Iya. Jika anak mengalami gejala pada waktu yang sama setiap tahun, bicarakan dengan dokter. Beberapa orang dapat mencegah gejala dengan memulai pengobatan mereka satu atau dua minggu sebelum waktu dalam setahun.

Para orang tua juga dapat membantu mencegah gejala dengan meminta anak menghindari hal-hal yang menjadi alergi mereka. Misalnya, jika anak alergi terhadap serbuk sari dapat:

• Jaga anak untuk tetap berada di dalam rumah jika menunjukan gejala alergi

• Tutup jendela mobil dan rumah, dan gunakan AC

• Mintalah anak untuk mandi atau mandi sebelum tidur untuk membilas serbuk sari dari rambut dan kulitnya

• Gunakan ruang hampa dengan filter khusus (disebut “HEPA filter”) untuk menjaga udara dalam ruangan sebersih mungkin.

Terpenting untuk mencegah atau mengobatin alergi pada anak adalah selalu memeriksakan diri bersama dokter spesialis anak konsultan alergi imunologi agar kondisi anak selalu dalam pemantauan medis.

 

Sumber: UpToDate