Apa Yang Dapat Terjadi Setelah Serangan Jantung?

25 Agustus 2020 - 09:32 WIB

Mengapa bisa muncul masalah lain setelah seseorang kena serangan jantung?
Masalah bisa terjadi karena bagian jantung rusak atau mati saat serangan jantung. Hal ini dapat menyebabkan jantung berdetak tidak normal. Kerusakan juga dapat menyebabkan masalah pada dinding atau katup jantung. Masalah kesehatan yang akan terjadi setelah serangan jantung dan seberapa serius masalah tersebut hadir akan bergantung pada:

  • Seberapa serius serangan jantung itu, seberapa banyak bagian jantung yang rusak, dan pada bagian jantung mana yang rusak.
  • Seberapa cepat serangan jantung diobati.

 

Masalah apa yang bisa terjadi setelah serangan jantung?
Masalah yang berbeda dapat terjadi dalam beberapa hari hingga minggu-minggu setelah serangan jantung. Beberapa masalah tidak terlalu serius dan bisa diobati, tetapi yang lain bisa menyebabkan kematian. Masalah paling umum yang dapat terjadi setelah serangan jantung adalah:

Irama jantung yang tidak normal (Aritmia)

Setiap orang memiliki sistem kelistrikan bawaan di jantung yang mengontrol detak jantungnya. Setelah serangan jantung, sinyal listrik yang mengontrol detak jantung menjadi tidak normal dan menyebabkan ritme jantung tidak normal. Irama jantung yang tidak normal juga disebut “aritmia”.

Irama jantung yang tidak normal dapat menyebabkan orang merasa jantungnya berdegup kencang, detak jantungnya tidak teratur, atau detaknya tidak sinkron.
Irama jantung yang tidak normal juga dapat menyebabkan pusing, pingsan, atau bahkan kematian.

Perawatan tergantung pada jenis ritme abnormal dan gejala orang tersebut, di antaranya dapat mencakup:

  • “Watching and waiting” - Jika detak jantung abnormal Anda tidak terlalu serius, dokter mungkin akan mengawasinya untuk melihat apakah detak jantung itu hilang dengan sendirinya.
  • Prosedur yang disebut “kardioversi”, yang melibatkan pemberian arus listrik ringan ke jantung untuk memperbaiki ritmenya.
  • Ablasi kateter - Prosedur ablasi menggunakan panas (“ablasi frekuensi radio”) atau dingin (“cryoablasi”) untuk menghancurkan bagian kecil jantung yang mengirimkan sinyal listrik abnormal. Setelah ini, jantung bisa berdetak dengan normal kembali.
  • Menggunakan implan cardioverter-defibrillator (“ICD”) - Perangkat berada di bawah kulit seseorang di dekat jantungnya dan dapat mendeteksi serta mengobati detak jantung abnormal tertentu.
  • Konsumsi beberapa obat.

Gagal Jantung
Gagal jantung adalah suatu kondisi di mana jantung tidak memompa sebagaimana mestinya. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti pembengkakan, kesulitan bernapas, dan rasa lelah. Terkadang, gagal jantung akan terjadi dalam waktu yang sangat singkat setelah seseorang terkena serangan jantung. Selain itu, gagal jantung yang diderita setelah serangan jantung ini akan menjadi masalah jangka panjang.

Dokter dapat mengobati gagal jantung dengan berbagai jenis obat. Obat-obatan dapat memperbaiki gejala dan membantu orang merasa lebih baik. Beberapa obat membantu orang dapat bertahan hidup lebih lama.
Kebanyakan orang perlu minum lebih dari satu obat setiap hari.

Radang selaput di sekitar jantung
Saat selaput di sekitar jantung meradang atau teriritasi, dokter menyebutnya “perikarditis”. Perikarditis dapat menyebabkan nyeri dada yang semakin parah saat Anda batuk atau menarik napas dalam. Terkadang juga menyebabkan demam.
Jika Anda menderita perikarditis, dokter Anda mungkin akan mengobatinya terlebih dahulu dengan meningkatkan dosis aspirin harian Anda. Tetap konsultasikan dengan dokter Anda untuk mengetahui dosis obat yang diperlukan tubuh Anda.

Jika peradangan menyebabkan cairan terkumpul di sekitar jantung Anda, dokter mungkin akan mengeluarkan cairan tersebut.

Adapun masalah lain yang perlu diwaspadai setelah terjadinya serangan jantung atau dalam beberapa hari pertama setelah serangan jantung, yaitu termasuk:

  • Sobekan pada otot jantung atau dinding jantung
  • Masalah dengan katup jantung
  • Gumpalan darah di paru-paru
  • Stroke

Masalah ini biasanya menyebabkan gejala yang mendadak dan parah, seperti kesulitan bernapas atau pingsan secara tiba-tiba. Mereka membutuhkan perawatan darurat, yang mungkin termasuk obat-obatan, pembedahan, atau prosedur lainnya. Cepat kenali setiap perubahan yang terjadi di dalam tubuh Anda dan terus konsultasikan dengan dokter Anda agar kualitas hidup Anda dapat meningkat.

 

Sumber: UpToDate