Batuk Berdarah, Apa Yang Harus Diketahui?

26 November 2020 - 15:35 WIB

Batuk berdarah dapat terjadi murni batuk yang mengeluarkan darah. Atau batuk berdahak dengan lender yang bercampur dengah darah. Lendir yang dihasilkan akan terlihat berwarna merah atau merah muda. Istilah yang biasanya digunakan untuk batuk berdarah adalah “haemoptisis”. Batuk berdarah dapat terjadi pada anak- anak hingga dewasa, tetapi jarang sekali ditemukan kasusnya terjadi pada anak.

Ketika seseorang batuk berdarah, biasanya darah berasal dari saluran pernapasan bawah ( paru-paru ). Dalam kasus lain, darah dapat berasal dari hidung, mulut, atau perut bisa berasal dari tenggorokan. Pada keadaan ini biasanya orang dapat mengetahui dari mana darah itu berasal, tetapi tidak selalu.

Jika seseorang batuk dan mengeluarkan banyak darah, dokter menyebutnya “hemoptisis masif”. Ini bisa menjadi keadaan darurat medis. Pada artikel ini kita akan membahas batuk darah dan bukan merupakan keadaan darurat medis.

Apa yang menyebabkan batuk berdarah ?
Yang menyebabkan batuk berdarah bermacam-macam, namun penyebab paling umum adalah:
Bronkitis, yang merupakan peradangan yang terjadi pada bronkus. Bronkus sendiri merupakan bagian dari saluran pernapasan yang membawa udara ke paru-paru. Beberapa penyebab lainnya:

  • Bronkitis “akut” adalah infeksi pada bronkus. Bronkitis “kronis” adalah suatu kondisi di mana bronkus mengalami kerusakan, misalnya karena merokok.
  • Infeksi paru-paru, seperti pneumonia
  • Bronkiektasis, yang merupakan kondisi di mana saluran pernapasan yang rusak dan mudah terinfeksi. Penyebabnya berbeda-beda.
  • Kanker yang mempengaruhi bronkus atau saluran udara

Pada anak-anak, penyebab paling umum adalah:

  • Infeksi pada bronkus atau paru-paru
  • Tersedak benda asing pada jalan napas. Benda tersebut mungkin tersangkut selama berhari-hari atau berminggu-minggu sebelum seorang anak mulai batuk darah.
  • Bronkiektasis - Pada anak-anak, ini biasanya disebabkan oleh “fibrosis kistik”, suatu kondisi yang dialami beberapa anak sejak lahir. Fibrosis kistik menyebabkan lendir kental menumpuk di paru-paru, yang sering menyebabkan infeksi paru-paru.

Keadaan yang bagaimana yang mengharuskan konsultasi ke dokter?
Kapan pun Anda atau anak Anda batuk darah atau lendir bercampur darah, segera hubungi dokter.
Jika anak Anda mengalami batuk berdarah, infokan ke dokter. Walaupun kejadiannya telah terjadi beberapa hari atau minggu yang lalu. Jika batuk dengan jumlah darah yang sangat banyak (sekitar 1 cangkir atau lebih), atau kesulitan bernapas, segera ke Instalasi Gawat Darurat terdekat.

Pemeriksaan apa yang harus saya dapatkan?
Dokter akan menanyakan gejala dan melakukan pemeriksaan, berdasarkan gejala dan faktor lainnya, dia mungkin akan melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mencari tahu penyebab batuk berdarah yang dialami.

Pemeriksaan dapat meliputi:

  • Rontgen dada
  • Laboratorium – yang meliputi tes darah atau sampel lendir yang dihasilkan Ketika Anda batuk.
  • Bronkoskopi - prosedur yang dilakukan menggunakan tabung tipis dengan kamera (disebut “bronkoskop”) untuk melihat ke dalam saluran udara Anda.
  • CT scan - Tes pencitraan yang membuat gambar bagian dalam tubuh Anda.

Bagaimana pertolongan Pertama untuk Batuk Berdarah?
Jika Anda merokok, hal paling membantu yang dapat Anda lakukan adalah berhenti merokok. Jika Anda minum obat yang mencegah pembentukan gumpalan darah (obat “pengencer darah” atau “anti pembekuan”), beritahu dokter Anda. Dokter mungkin memberikan dosis Anda. Untuk remaja dan orang dewasa yang memiliki bercak darah pada lendir, dokter mungkin menyarankan untuk mencoba obat batuk yang dijual bebas untuk mengendalikan batuk. Tapi jangan berikan obat batuk atau pilek kepada anak kecil. Obat-obatan ini tidak mungkin membantu dan dapat memiliki efek samping yang serius pada anak kecil.

Bagaimana cara mengobati batuk darah?
Jika gejala Anda ringan dan hasil rontgen dada normal, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Jika memang membutuhkan pengobatan, dokter akan menangani kondisi yang menyebabkan Anda batuk darah. Ia juga dapat membantu menghentikan pendarahan dengan:

  • Meresepkan obat batuk agar Anda tidak batuk
  • Meresepkan antibiotik jika Anda menderita bronkiektasis atau infeksi
  • Mengganti atau menghentikan obat pengencer darah Anda, jika Anda meminumnya

Jika Anda batuk banyak darah, dokter Anda mungkin melakukan prosedur untuk menghentikan pendarahan.

Jenis prosedurnya tergantung pada penyebab batuk Anda:

  • Jika Anda menderita bronkiektasis, dokter dapat melakukan prosedur yang disebut “embolisasi arteri bronkial” untuk membantu menghentikan pendarahan. Selama prosedur ini, dokter memasukkan tabung tipis ke dalam arteri di kaki dan memindahkannya ke paru-paru. Kemudian dia menggunakan alat kecil untuk memblokir arteri di area perdarahan.
  • Jika Anda menderita kanker paru-paru, dokter Anda mungkin meresepkan radiasi atau kemoterapi. Perawatan ini membunuh sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya. Perawatan ini juga dapat membantu menghentikan pendarahan yang berhubungan dengan kanker.
  • Jika Anda memiliki benda atau makanan yang tersangkut di jalan napas, dokter Anda dapat mengeluarkannya selama bronkoskopi.

 

Sumber: UpToDate.com.