Darah dalam Urin (Hematuria) pada Orang Dewasa, Bahaya?

04 September 2020 - 14:39 WIB

Haruskah saya khawatir jika ada darah di urin saya?

Mungkin menakutkan melihat darah di urin Anda, tapi cobalah untuk tetap tenang. Darah dalam urin biasanya tidak ditanggapi serius, namun tetap saja penting untuk memeriksakan kesehatan Anda pada dokter. Istilah medis untuk darah dalam urin adalah "hematuria".

Darah dalam urin dapat berasal dari ginjal (tempat pembuatan urin) atau dari mana saja di saluran kemih.

Darah dalam urin bisa disebabkan oleh banyak masalah, di antaranya:

  • Infeksi kandung kemih, yang sering juga menyebabkan rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil
  • Infeksi ginjal, yang sering juga menyebabkan sakit punggung dan demam
  • Batu ginjal, yang biasanya juga menyebabkan sakit punggung
  • Penyakit ginjal tertentu
  • Olahraga yang terlalu berlebihan
  • Cedera (misalnya, jika Anda jatuh dari sepeda dan memar ginjal)
  • Pembesaran prostat (disebut "benign prostatic hyperplasia"), yang umum terjadi pada pria lanjut usia
  • Kanker kandung kemih, prostat, atau ginjal (kanker jarang menyebabkan darah dalam urin, dan biasanya menyerang orang yang berusia di atas 50 tahun)

Terkadang urin bisa terlihat seperti berdarah padahal sebenarnya tidak. Ini bisa terjadi jika Anda makan banyak bit atau pewarna makanan, atau jika Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

Haruskah saya menemui dokter?

Ya. Temui dokter jika Anda melihat darah di urin Anda, atau jika urin Anda berwarna merah muda, merah, merah kecoklatan, atau warna teh.

Terkadang, dokter menemukan darah dalam urine saat melakukan tes urine rutin. Itu bisa terjadi bahkan jika urin terlihat normal. Ini berarti ada jumlah mikroskopis (jejak) darah dalam urin.

 

Tes mana yang harus saya lakukan?

Dokter Anda akan memutuskan tes mana yang harus Anda lakukan berdasarkan usia Anda, gejala lain, dan situasi individu. Ada banyak tes, tetapi Anda mungkin tidak membutuhkannya.

 

Berikut adalah tes paling umum yang digunakan dokter untuk menemukan penyebab darah dalam urin:

  • Tes urin - Tes urin dapat menunjukkan jenis sel apa yang ada di dalam urine. Ini dapat memberi petunjuk tentang apa yang mungkin salah.
  • Tes darah - Tes darah dapat menunjukkan apakah ginjal Anda berfungsi normal, atau apakah Anda mungkin menderita penyakit tertentu.
  • CT scan - CT scan adalah jenis sinar-X khusus yang dapat memberikan gambaran ginjal dan saluran kemih. Dokter dapat menggunakannya untuk memeriksa batu ginjal dan masalah lain pada saluran kemih.
  • USG ginjal - USG ginjal adalah cara lain untuk memberi gambaran kondisi ginjal. Dokter terkadang menggunakan ultrasonografi sebagai pengganti CT scan.
  • Sistoskopi - Sistoskopi adalah prosedur yang memungkinkan dokter untuk melihat ke dalam kandung kemih. Untuk melakukan sistoskopi, dokter memasukkan tabung kecil ke dalam uretra, tabung tempat urin keluar dari tubuh. Kemudian dia memasukkan selang itu ke dalam kandung kemih. Tabung tersebut memiliki kamera kecil yang memproyeksikan gambar kandung kemih ke layar. Jika dokter melihat sesuatu yang tidak biasa, dia mungkin mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk dilihat lebih lanjut di bawah mikroskop.
  • Biopsi ginjal - Selama biopsi ginjal, dokter mengambil sedikit sampel jaringan dari ginjal untuk dilihat di bawah mikroskop. Cara paling umum untuk mendapatkan sampel adalah dengan memasukkan jarum langsung melalui kulit di punggung dan ke dalam ginjal.

 

Haruskah saya dirawat?

Itu tergantung pada apa yang tampaknya menyebabkan darah dalam urin Anda. Jika Anda memiliki darah di urin Anda karena Anda berolahraga terlalu berlebihan atau karena ginjal Anda memar, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan apapun. Di sisi lain, jika Anda memiliki darah dalam urin karena infeksi kandung kemih atau ginjal, Anda akan disaranakan antibiotik tertentu.

 

Sumber: Uptodate