Edukasi Pasien: Retinopati Diabetik

04 Desember 2020 - 15:57 WIB

Retinopati diabetik merupakan gangguan pada mata yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan bahkan kebutaan. Hal ini dapat terjadi pada orang-orang yang menderita diabetes. Gangguan ini dapat terjadi jika gula darah tidak dikontrol dengan baik pada penderita diabetes.

Gejala Retinopati Diabetik
Penderita Retinopati Diabetik biasanya ditemukan tidak bergejala sampai penyakitnya sudah memburuk. Pada saat itu, biasanya sudah terlambat untuk melakukan terapi untuk mencegah kebutaan. Itulah mengapa penting untuk melakukan skrining untuk kondisi tersebut sejak dini. Dengan begitu, dokter bisa mengambil langkah untuk melindungi mata Anda sebelum penglihatan Anda rusak.

Gejala yang sering ditemui :

  • Penglihatan kabur.
  • Bintik gelap atau mengambang.
  • Kesulitan saat untuk membaca dan mengemudi.
  • Kesulitan membedakan warna.

 

Apakah ada tes untuk retinopati diabetik?
Untuk memeriksa retinopati diabetik, Anda bisa mendapatkan 1 dari 2 tes utama:

  • Pemeriksaan Mata Dilatasi – Pada saat pemeriksaan, dokter mata akan meneteskan obat tetes mata untuk membuat pupil Anda terbuka. (Obat tetes mata diberikan agar pemeriksaan lebih mudah bagi dokter untuk melihat organ bagian dalam mata Anda.) Setelah obat tetes bekerja, dokter dapat melihat retina. Itulah bagian mata yang rusak pada retinopati diabetik.
  • Pencitraan Retina Digital - Untuk tes ini, pemeriksa akan mengambil foto organ mata dengan kamera khusus. Kemudian dia mengirimkan foto organ mata tersebut ke dokter mata, yang akan memeriksa penyakit. Tes ini dapat dilakukan pada organ mata yang tidak ada keluhan sebelumnya. Jika ada, sebelum melakukan pemeriksaan ini Anda harus menjalani pemeriksaan mata dilatasi.

Jika pemeriksaan mata dilatasi atau tes pencitraan retina digital menunjukkan masalah, dokter mata akan menyarankan melakukan tes yang lain.
Penderita diabetes harus melakukan skrinning pada mata secara teratur. Jika Anda menderita retinopati, pemeriksaan dilakukan setidaknya setahun sekali, mungkin lebih. Jika tidak, pemeriksaan Anda mungkin hanya perlu diperiksa setiap beberapa tahun. Dokter Anda akan bekerja dengan Anda untuk menentukan jadwal.

  • Untuk penderita diabetes tipe 1, pemeriksaan mata harus dimulai 3 hingga 5 tahun setelah diagnosis.\
  • Untuk penderita diabetes tipe 2, pemeriksaan mata harus dimulai tepat setelah diagnosis.

 

Haruskah saya menemui dokter atau perawat?
Jika penglihatan Anda kabur (atau ada bintik hitam pada penglihatan Anda), segera temui dokter mata.

 

Bagaimana perawatan pada retinopati diabetik?
Gejala ringan pada retinopati diabetik tidak selalu diobati. Tetapi orang-orang dengan kondisi tersebut perlu menjaga gula darah dan tingkat tekanan darahnya senormal mungkin. Ini membantu menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk.

Terapi yang dapat dilakukan untuk retinopati diabetik dapat meliputi:

  • Fotokoagulasi - Ini adalah operasi laser untuk menutup kebocoran dan menghambat perburukan pada pembuluh darah di retina.
  • Obat-obatan - Obat-obatan yang disuntikkan ke dalam vitreous humor terkadang digunakan sendiri atau bersama dengan perawatan lain. Dokter mata akan memberikan obat-obatan yang menunjang kesembuhan mata Anda.
  • Vitrektomi - Ini adalah operasi untuk mengeluarkan cairan pada bagian mata yang disebut “vitreous humor”. Dokter melakukan operasi ini jika pembuluh darah di retina bocor ke dalam cairan vitreous.

 

Bisakah retinopati diabetik dicegah?
Jika Anda menderita diabetes, Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena retinopati diabetik dengan menjaga kadar gula darah dan tekanan darah Anda senormal mungkin. Mungkin juga penting untuk menjaga kadar kolesterol dalam kisaran normal.

 

 

Sumber: UpToDate.com.