Hati-Hati Kekurangan Oksigen (Hipoksemia)

18 Desember 2020 - 13:19 WIB

Tingkat oksigen yang rendah dalam darah Anda disebut hipoksemia. Memiliki kadar oksigen yang rendah di jaringan Anda disebut hipoksia. Hipoksemia bisa terjadi di dataran tinggi.

 

Apa itu hipoksemia?

Hipoksemia terjadi ketika kadar oksigen dalam darah lebih rendah dari biasanya. Jika kadar oksigen darah terlalu rendah, tubuh Anda mungkin tidak bekerja dengan baik.

Darah membawa oksigen ke sel-sel di seluruh tubuh Anda untuk menjaganya tetap sehat. Hipoksemia bisa menyebabkan masalah ringan seperti sakit kepala dan sesak napas. Dalam kasus yang parah, dapat mengganggu fungsi jantung dan otak. Hipoksemia yang menyebabkan kadar oksigen rendah di jaringan tubuh Anda disebut hipoksia. Terkadang orang menggunakan kedua istilah tersebut secara bergantian, tetapi keduanya bukanlah hal yang sama.

 

Apa penyebab hipoksemia?

Berbagai kondisi dan keadaan dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mengirimkan oksigen ke darah dalam kadar normal. Beberapa penyebab paling umum dari hipoksemia meliputi:

  • Kondisi jantung, termasuk kelainan jantung
  • Kondisi paru-paru seperti asma, emfisema, dan bronchitis
  • Lokasi dataran tinggi, di mana oksigen di udaranya lebih rendah
  • Obat nyeri yang kuat atau masalah lain yang memperlambat pernapasan
  • Sleep Apnea (gangguan pernapasan saat tidur/ mendengkur)
  • Peradangan atau jaringan parut pada jaringan paru-paru (seperti pada fibrosis paru)

 

Apa saja gejala hipoksemia?

Gejala hipoksemia bervariasi tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Mereka termasuk:

  • Sakit kepala
  • Sesak napas
  • Detak jantung cepat
  • Batuk
  • Mengi (suara seperti menciut)
  • Kebingungan
  • Warna kebiruan pada kulit, kuku, dan bibir

 

Bagaimana dokter mendiagnosis hipoksemia?

Untuk mendiagnosis hipoksemia, dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mendengarkan jantung dan paru-paru Anda. Kelainan pada organ tersebut bisa menjadi tanda oksigen darah rendah. Dokter Anda mungkin juga memeriksa apakah kulit, bibir, atau kuku Anda tampak kebiruan.

Dokter menggunakan tes untuk memeriksa kadar oksigen Anda, termasuk:

  • Pulse oximetry: Sensor yang menyelipkan jari Anda mengukur jumlah oksigen dalam darah Anda. Oksimetri nadi tidak menimbulkan rasa sakit dan noninvasif. Banyak dokter yang rutin menggunakannya setiap kali Anda berkunjung.
  • Tes gas darah arteri: Jarum digunakan untuk mengambil sampel darah dari arteri Anda untuk mengukur kadar oksigen dalam darah Anda.
  • Tes pernapasan lainnya: Ini mungkin melibatkan pernapasan ke dalam tabung yang terhubung ke komputer atau mesin lain.

 

Apa komplikasi atau efek samping hipoksemia?

Jika darah Anda tidak memiliki cukup oksigen, darah tidak dapat mengirimkan cukup oksigen ke organ dan jaringan yang membutuhkannya. Situasi ini bisa berakibat fatal jika parah dalam jangka pendek dan dapat memengaruhi jantung atau otak jika terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.

 

Bisakah hipoksemia dicegah?

Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah hipoksemia kembali setelah perawatan. Untuk meningkatkan kadar oksigen dalam darah, dokter Anda mungkin merekomendasikan:

  • Latihan pernapasan dalam
  • Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga
  • Makan makanan yang sehat
  • Minum banyak air (cairan tercukupi dengan baik)
  • Berhenti merokok

Pastikan segera temui dokter atau ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan kesehatan jika Anda merasakan gejala di atas.

 

Sumber:

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17727-hypoxemia