Infeksi Saluran Kemih: Gejala dan Cara Mencegahnya

08 Desember 2020 - 14:12 WIB

Apa itu infeksi saluran kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi pada sistem saluran kemih. Jenis infeksi ini dapat melibatkan uretra (kondisi yang disebut uretritis), ginjal (kondisi yang disebut pielonefritis) atau kandung kemih, (kondisi yang disebut sistitis).

Urin Anda biasanya tidak mengandung bakteri (kuman). Urin adalah hasil dari sistem filtrasi tubuh (bagian ginjal). Ketika produk limbah dan kelebihan air dikeluarkan dari darah Anda oleh ginjal, jadilah urin. Biasanya, urin bergerak melalui sistem kemih Anda tanpa kontaminasi. Namun, bakteri dapat masuk ke sistem saluran kemih dari luar tubuh sehingga menyebabkan masalah, seperti infeksi dan pembengkakan. Ini adalah infeksi saluran kemih (ISK).

 

Apa yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih disebabkan oleh mikroorganisme - biasanya bakteri - yang masuk ke uretra dan kandung kemih hingga menyebabkan peradangan dan infeksi. Meskipun ISK paling sering terjadi di uretra dan kandung kemih, bakteri juga dapat berjalan ke ureter dan menginfeksi ginjal Anda.

Lebih dari 90% kasus infeksi kandung kemih (sistitis) disebabkan oleh E. coli, bakteri yang biasanya ditemukan di usus.

 

Apa saja gejala infeksi saluran kemih (ISK)?

Infeksi saluran kemih menyebabkan lapisan saluran kemih menjadi merah dan teriritasi (peradangan), yang dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Nyeri di bagian samping (flank), perut, atau panggul.
  • Tekanan di panggul bawah.
  • Sering ingin buang air kecil (frekuensi), ingin buang air kecil sesegera mungkin (urgensi) dan inkontinensia (kebocoran urin).
  • Nyeri saat buang air kecil (disuria) dan ada darah di urin.
  • Ingin buang air kecil di malam hari.
  • Warna urin tidak normal (urin keruh) dan urin berbau kuat atau busuk.

Gejala lain yang mungkin terkait dengan infeksi saluran kemih meliputi:

  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Nyeri pada alat kelamin laki-laki.
  • Kelelahan.
  • Demam (suhu di atas 100 derajat Fahrenheit) dan menggigil.
  • Muntah.
  • Perubahan atau kebingungan mental.

 

Bagaimana infeksi saluran kemih (ISK) didiagnosis?

Dokter Anda akan menggunakan tes berikut untuk mendiagnosis infeksi saluran kemih:

  • Urinalisis: Tes ini akan memeriksa urin Anda untuk mencari sel darah merah, sel darah putih, dan bakteri. Jumlah sel darah putih dan merah yang ditemukan di urin Anda sebenarnya bisa menunjukkan adanya infeksi.
  • Kultur urin: Kultur urin digunakan untuk menentukan jenis bakteri dalam urin Anda. Ini adalah tes yang penting karena membantu menentukan pengobatan yang tepat.

Jika setelah mendapat pengobatan tidak ada perubahan atau jika Anda terus mengalami infeksi berulang kali, maka dokter Anda mungkin menggunakan tes berikut untuk memeriksa penyakit atau cedera saluran kemih Anda:

  • Ultrasonografi: Dalam tes ini, gelombang suara menciptakan citra organ dalam. Tes ini dilakukan di atas kulit Anda, tidak menimbulkan rasa sakit dan biasanya tidak memerlukan persiapan khusus.
  • Sistoskopi: Tes ini menggunakan alat khusus yang dilengkapi lensa dan sumber cahaya (cystoscope) untuk melihat ke dalam kandung kemih dari uretra.
  • CT scan: Tes pencitraan lainnya, CT scan adalah jenis sinar-X yang mengambil penampang (suatu lapisan tubuh, seperti irisan). Tes ini jauh lebih tepat daripada sinar-X biasa.

 

Dapatkah saya mencegah infeksi saluran kemih (ISK)?

Anda biasanya dapat mencegah infeksi saluran kemih (ISK) dengan perubahan gaya hidup. Kiat-kiat ini dapat mencakup:

  • Mempraktikkan gaya hidup bersih: Anda seringkali dapat mencegah ISK dengan menerapkan gaya hidup bersih. Ini sangat penting bagi wanita. Karena uretra pada wanita jauh lebih pendek daripada pada pria, lebih mudah bagi bakteri E. coli untuk berpindah dari rektum kembali ke tubuh. Untuk menghindarinya, disarankan agar Anda selalu menyeka dari depan ke belakang setelah buang air besar. Wanita juga harus menerapkan praktik kebersihan yang baik selama siklus menstruasi mereka untuk menghindari infeksi. Sering mengganti pembalut, serta tidak menggunakan deodoran feminin juga dapat membantu mencegah ISK.
  • Minum banyak cairan: Menambahkan cairan ekstra, terutama air, ke dalam rutinitas harian Anda dapat membantu menghilangkan bakteri berlebih dari saluran kemih Anda. Dianjurkan untuk minum enam hingga delapan gelas air per hari.
  • Mengubah kebiasaan buang air kecil Anda: Buang air kecil dapat berperan besar dalam menyingkirkan bakteri dari tubuh. Urine Anda adalah produk limbah dan setiap kali Anda mengosongkan kandung kemih, Anda membuang limbah itu dari tubuh Anda. Sering buang air kecil dapat mengurangi risiko terkena infeksi, terutama jika Anda memiliki riwayat sering ISK. Minum banyak cairan akan mendorong hal ini, tetapi pastikan untuk menghindari cairan dan makanan yang dapat mengiritasi kandung kemih Anda. Ini bisa termasuk alkohol, jus jeruk, minuman berkafein, dan makanan pedas. Anda juga harus segera buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks. Ini bisa membantu menghilangkan bakteri yang mungkin telah masuk selama hubungan seksual. Anda juga bisa membasuh area genital dengan air hangat sebelum berhubungan seks.
  • Mengubah alat kontrasepsi: Beberapa wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena ISK jika mereka menggunakan diafragma untuk mengontrol kelahiran. Bicaralah dengan dokter Anda tentang pilihan lain untuk pengendalian kelahiran.
  • Menggunakan pelumas berbahan dasar air saat berhubungan seks: Jika Anda mengalami vagina kering dan menggunakan pelumas saat berhubungan seks, gunakan pelumas berbahan dasar air. Anda mungkin juga perlu menghindari spermisida jika Anda sering mengalami ISK.
  • Mengganti pakaian Anda: Menghindari pakaian yang ketat sebenarnya dapat membantu Anda tetap kering, mencegah bakteri tumbuh di saluran kemih. Anda juga bisa beralih ke celana dalam katun. Ini akan mencegah kelembapan ekstra terjebak di sekitar uretra Anda.

Pada beberapa wanita pascamenopause, penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankan krim vagina yang mengandung estrogen. Ini dapat mengurangi risiko pengembangan ISK dengan mengubah pH vagina. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda menderita ISK berulang dan telah mengalami menopause.

 

 

Sumber:

https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9135-urinary-tract-infections