Life Modification Mengurangi Serangan Refluks Asam Lambung (LPR & GERD)

10 Juni 2020 - 14:09 WIB

1. MAKANAN.

Hindari jenis makanan ini:

  • LEMAK. Lemak melemahkan klep esofagus/lambung (LES)dan esofagus menjadi lebih sensitif terhadap refluks asam. Hindari makanan berlemak agar refluks berkurang.
  • KOPI dan yang mengandung kafein. Menyebabkan klep relaksasi, refluks lebih mudah terjadi.
  • COKLAT dan MINT. Klep esofagus / lambung menjadi kendor/ menurun setelah konsumsi makanan mengandung coklat/mint.
  • BAWANG dan MAKANAN BERBUMBU. Bawang sebabkan frekuensi refluks makin sering sedangkan makanan berbumbu sebabkan heart burn (nyeri ulu hati).

 

2. KEGEMUKAN (obesitas) & BAJU KETAT.

  • Kegemukan dapat sebabkan keluhan refluks melalui bermacam mekanisme. Hernia di saluran esofagus sering ditemukan pada obesitas, dapat merupakan faktor predisposisi. Pasien refluks yang gemuk, menjadi lebih sembuh setelah BB turun.
  • Pemakaian ikat pinggang ketat menekan perut dan merangsang refluks dari lambung ke esophagus melalui klep LES.
  • Baju ketat harus dihindari, karena menambah tekanan rongga perut dan meningkatkan kecenderungan terhadap refluks melalui klep LES yang melemah.

 

3. ALKOHOL.

Konsumsi alkohol meningkatkan produksi asam lambung secara aktif, melemahkan klep LES, merusak motilitas (gerak) esofagus dan mengganggu pengosongan lambung sehingga asam yang masuk esofagus tidak mudah dibersihkan. Hindari/kurangi konsumsi alkohol penting dalam pengobatan refluks/LPR/GERD.

 

4. MEROKOK.

Merokok merangsang refluks. Pada perokok lama/kronik, tekanan klep LES melemah sehingga mudah terjadi refluks. Merokok diduga menghilangkan produksi saliva yang bermanfaat menetralisir refluks asam. Sebagai tambahan batuk akibat merokok menurunkan tekanan rongga dada dan selanjutnya menfasilitasi refluks isi perut ke esofagus. Merokok sebaiknya dihindari.

 

5. CARA MAKAN.

Produksi asam lambung mencapai puncak segera setelah makan. Jangan langsung tidur setelah makan, tunggulah 3 jam untuk memberi kesempatan lambung mengosongkan diri menjelang tidur, sehingga tidak terjadi refluks asam saat tidur. Adanya makanan dengan jumlah yang banyak di lambung berlama-lama meningkatkan tekanan klep LES dan meningkatkan terjadi refluks. Makan sedikit dan sering sepanjang hari dapat membantu mengurangi refluks pada pasien dengan keluhan memburuk setelah makan. Dianjurkan makan porsi biasa siang hari dan porsi sedikit malam hari.

 

6. ELEVASI TEMPAT TIDUR.

Gravitasi juga berperan mengontrol refluks. Pada posisi tidur datar telentang, isi perut mudah refluks

ke esofagus. Posisi tidur dengan bagian kepala tempat tidur lebih tinggi, episod refluksnya berkurang banyak, di samping itu episod yang timbul juga lebih pendek maka keluhan menjadi lebih ringan. Karenanya dianjurkan meninggikan bagian kepala 10-20cm.

 

7. POSISI TIDUR MIRING.

Miring kiri lebih baik untuk mengurangi frekuensi dan lamanya episod refluks karena pada posisi ini lambung terletak lebih bawah.

 

8. PERMEN KARET.

Permen karet atau lozenges meningkatkan produksi saliva dan upaya sering menelan. Ini membantu membersihkan asam akibat refluks dari lambung ke esofagus. Reduksi refluks esofagus telah didokumentasi di pasien yang memakan permen karet selama 30 menit setelah makan. Ini bisa untuk terapi tambahan pada pasien dengan refluks ringan yang terjadi setelah makan.

 

9. OBAT-OBAT.

Beberapa obat dapat menyebabkan gejala menyerupai refluks seperti yang mengandung kalium (potassium), tetrasiklin, oral bisphosphonates, calcium channelblockers, betaagonists, nitrates, dan beberapa sedatif. Pasien dianjurkan minum banyak untuk mengganjur obat ini melalui esofagus.

 

Keterangan:

- LES = Lower Esophageal Spinchter (klep esofagus bagian bawah)

- Esofagus = saluran (jalan makanan) yang menghubungkan tenggorok dan lambung

- LPR = Laryngopharyngeal Reflux (refluks asam esofagus yang mencapai daerah tenggorok)

- GERD = Gastro-esophageal Reflux (refluks asam dari lambung dan esofagus)

 

Sumber:

dr. Damayanti Soetjipto, SpTHT-KL

Dokter Spesialis THT