Mari Kenali Penyakit Cerebral Palsy

29 Juli 2020 - 14:28 WIB

Apa itu cerebral palsy?

Cerebral palsy, atau lebih dikenal dengan lumpuh otak, adalah kelainan yang menyebabkan gangguan pada gerakan dan keseimbangan tubuh. Kondisi ini pada umumnya berlangsung pada masa sebelum bayi lahir atau bahkan pada masa perkembangan otaknya yang terganggu. Bayi dengan cerebral palsy sering lambat berguling, duduk, merangkak, atau berjalan.

 

Apa saja gejala cerebral palsy?

Gejala cerebral palsy bisa ringan atau lebih serius. Banyak gejala yang disebabkan oleh kelemahan atau kekakuan pada bagian tubuh. Gejala-gejala ini berubah seiring bertambah sesuai usia bayi. Namun kelainannya tidak bertambah buruk seiring bertambahnya usia.

Banyak anak dengan cerebral palsy ini memiliki masalah sebagai berikut:

  • Kesulitan minum atau makan. Ini dapat menyebabkan masalah lain, termasuk:
    • Berat badan tidak bertambah
    • Tersedak
  • Asam refluks. Ini adalah saat asam yang normalnya berada di lambung kembali ke kerongkongan. Ini dapat menyebabkan perasaan terbakar di tenggorokan atau dada, sakit perut, dan mual atau muntah.
  • Infeksi paru-paru
  • Kesulitan berpikir dan belajar
  • Masalah dengan mendengar dan berbicara
  • Masalah melihat. Banyak anak dengan cerebral palsy memiliki 1 mata yang berubah masuk atau keluar.
  • Kejang. Kejang adalah gelombang aktivitas listrik abnormal di otak. Anak itu mungkin memiliki gerakan menyentak, menjadi kaku, berhenti merespons dan menatap selama beberapa detik, atau pingsan.
  • Tulang belakang melengkung (disebut "skoliosis")
  • Masalah dengan kontrol kandung kemih
  • Sembelit (terlalu sedikit buang air besar)
  • Dislokasi sendi panggul
  • Nyeri. Anak-anak dengan cerebral palsy sering mengalami nyeri. Ini bisa terkait dengan masalah seperti kekakuan otot, masalah pada sendi pinggul, atau sembelit.

 

Apakah ada tes untuk cerebral palsy?

Iya. Dokter anak Anda mungkin dapat mengetahui apakah anak Anda menderita cerebral palsy dengan melakukan pemeriksaan dan mempelajari gejala-gejala anak Anda. Tetapi dokter tidak selalu tahu karena anak-anak berkembang dengan laju yang berbeda selama 2 tahun pertama kehidupan. Ia mungkin merujuk Anda ke spesialis Saraf untuk membantu mengetahui apakah anak Anda menderita cerebral palsy.

 

Beberapa test yang dapat dijalankan meliputi:

? MRI. Ini adalah tes pencitraan yang mengambil gambar bagian dalam otak.

? EEG. EEG adalah tes yang mengukur aktivitas listrik di otak dan merekam pola gelombang otak. Seorang dokter mungkin melakukan tes ini jika anak Anda mengalami kejang.

 

Bagaimana perawatan cerebral palsy?

Dokter Anda akan merujuk Anda ke program "intervensi awal". Program-program ini memiliki berbagai jenis pakar. Mereka akan mengajari Anda cara membantu anak Anda melakukan hal-hal sehari-hari yang mungkin sulit ia lakukan. Ini termasuk makan, berbicara, berjalan, dan belajar.

 

Perawatan termasuk:

  • Obat-obatan. Dokter anak Anda mungkin meresepkan obat yang membantu mengobati gejala seperti otot kaku, gerakan tubuh yang tidak biasa, atau kejang.
  • Peralatan. Ini termasuk peralatan seperti penyangga kaki, alat bantu jalan, atau kursi roda untuk membantu anak Anda melakukan mobilisasi.
  • Nutrisi. Beberapa anak membutuhkan diet khusus untuk membantu mereka menambah berat badan agar sehat. Beberapa anak perlu mendapatkan sebagian atau seluruh makanan mereka melalui tabung yang langsung masuk ke perut. Ini disebut "Tabung Gastrostomi" atau "Tabung-G".
  • Pembedahan. Untuk anak-anak dengan gejala yang sangat parah, dokter terkadang melakukan pembedahan untuk menempatkan kaki atau lengan anak pada posisi yang benar.
  • Terapi. Ada berbagai terapi yang bisa dijalankan seperti terapi fisik (rehabilitasi medik), terapi okupasi, hingga terapi bicara dapat dilakukan untuk membantu kemampuan otot dan bicara anak.

 

 

Sumber: Uptodate.