Mengenal Sindrom Brugada, Kelainan Irama Jantung Penyebab Kematikan Mendadak

24 Juli 2020 - 16:02 WIB

Sindrom brugada adalah gangguan irama jantung akibat kelainan genetik. Sindrom ini jarang terjadi, tetapi berpotensi menyebabkan kematian. Orang dengan pengidap sindrom brugada memiliki peningkatan risiko irama jantung tidak teratur yang dimulai di ruang bawah jantung (ventrikel).

Gejala yang Muncul dari Sindrom Brugada

Banyak orang dengan sindrom brugada tidak merasakan atau menyadari memiliki kondisi tersebut. Sindrom brugada sering tidak menyebabkan gejala yang terlihat. Adapun tanda dan gejala yang mungkin terkait dengan sindrom brugada, seperti:

  • Pusing
  • Pingsan
  • Napas tersengal-sengal, terengah-engah, terutama di malam hari
  • Detak jantung tidak teratur atau jantung berdebar
  • Detak jantungnya sangat cepat dan kacau
  • Kejang

Tanda utama sindrom Brugada adalah hasil abnormal pada elektrokardiogram (EKG), tes yang mengukur aktivitas listrik jantung.

Bagaimana Bisa Terjadi Sindrom Brugada?

Sindrom Brugada adalah gangguan irama jantung. Setiap detak jantung dipicu oleh impuls listrik yang dihasilkan oleh sel-sel khusus di ruang kanan atas jantung. Pori-pori kecil, yang disebut saluran, pada masing-masing sel ini mengarahkan aktivitas listrik ini, yang membuat jantung berdetak.

Pada sindrom brugada, kerusakan pada saluran-saluran ini menyebabkan jantung berdetak sangat cepat, menciptakan irama jantung yang berbahaya (fibrilasi ventrikel). Akibatnya, jantung tidak memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Penderita bisa pingsan jika irama abnormal berlangsung untuk waktu yang singkat. Kematian jantung mendadak dapat terjadi jika detak jantung yang abnormal tidak berhenti.

Apa Penyebab Terjadinya Sindrom Brugada?

Sindrom brugada atau kelainan Irma jantung dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti di bawah ini:

  • Kelainan struktural di jantung yang mungkin sulit dideteksi.
  • Ketidakseimbangan bahan kimia yang membantu mengirim sinyal listrik ke tubuh (elektrolit).
  • Penggunaan obat resep tertentu atau narkotika

Faktor Risiko yang Menyebabkan Sindrom Brugada

  • Riwayat keluarga sindrom brugada atau faktor genetik. Kondisi ini sering diturunkan melalui keluarga (diwariskan). Jika anggota keluarga lain menderita sindrom Brugada, ada kemungkinan juga berisiko lebih tinggi mengalaminya.
  • Jenis kelamin juga mempengaruhi, biasanya pria lebih sering didiagnosis dengan sindrom brugada daripada wanita.
  • Sindrom Brugada lebih sering terjadi pada orang Asia daripada pada ras lain.
  • Demam tidak menyebabkan sindrom brugada, tetapi dapat mengiritasi jantung dan memicu pingsan atau serangan jantung mendadak pada seseorang dengan sindrom Brugada, terutama pada anak-anak.

Komplikasi yang Ditimbulkan dari Sindrom Brugada

Jika dibiarkan berlarut-larut sindrom brugada dapat menimbulkan penyakit baru timbul kemudian sebagai tambahan pada penyakit yang sudah ada. Paling umum terjadi kompikasi serangan jantung mendadak. Jika tidak segera diobati, kehilangan fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran yang mendadak ini, yang sering terjadi saat tidur, berakibat fatal.

Pencegahan Terbaik Sindrom Brugada

Jika seseorang dalam keluarga menderita sindrom brugada, pengujian genetik dapat dilakukan untuk menentukan apakah seseorang memiliki, atau berisiko mengalami kondisi tersebut.

 

 

Sumber:

Mayo Clinic. UpToDate.