Pengetahuan Dasar Terkait Aterosklerosis

11 September 2020 - 09:07 WIB

Apa itu aterosklerosis?

Aterosklerosis adalah suatu kondisi di mana timbunan lemak yang disebut "plak" menumpuk di dalam arteri di tubuh. Arteri adalah pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke tubuh. Aterosklerosis adalah alasan kebanyakan orang mengalami serangan jantung atau stroke.

Aterosklerosis dapat mempengaruhi arteri di seluruh tubuh. Ada beberapa nama berbeda untuk aterosklerosis tergantung pada arteri mana yang terkena.

  • Penyakit arteri karotis adalah suatu bentuk aterosklerosis yang mempengaruhi arteri karotis, yang membawa darah ke otak. Bentuk aterosklerosis ini dapat menyebabkan stroke.
  • Penyakit arteri koroner, atau disebut juga penyakit jantung koroner, adalah bentuk aterosklerosis yang mempengaruhi arteri koroner, yang membawa darah ke otot jantung. Bentuk aterosklerosis ini dapat menyebabkan nyeri dada dan menyebabkan serangan jantung.
  • Stenosis arteri ginjal adalah bentuk aterosklerosis yang mempengaruhi arteri ginjal, yang membawa darah ke ginjal. Bentuk aterosklerosis ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau menyebabkan penyakit ginjal.
  • Penyakit arteri perifer adalah bentuk aterosklerosis yang mempengaruhi arteri yang membawa darah ke lengan dan tungkai. Orang dengan kondisi ini terkadang mengalami nyeri, kesemutan, atau mati rasa di kaki saat berjalan.

 

Bagaimana aterosklerosis menyebabkan serangan jantung, stroke, dan masalah lain?

Plak terkait aterosklerosis dapat menyebabkan masalah dalam 2 cara:

  • Plak bisa menjadi terlalu besar dan mengurangi aliran darah ke bagian tubuh tertentu. Hal ini dapat menimbulkan gejala (seperti nyeri) pada bagian tubuh yang tidak mendapatkan cukup darah.
  • Plak bisa pecah. Ketika itu terjadi, gumpalan darah terbentuk di dalam arteri dan menghalangi suplai darah ke jaringan. Inilah yang terjadi saat stroke atau serangan jantung.

 

Siapa yang berisiko terkena aterosklerosis?

Seseorang memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena aterosklerosis jika dia:

  • Memiliki kolesterol atau trigliserida tinggi (trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah)
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Mengidap diabetes
  • Merokok
  • Memiliki pola makan yang tidak sehat
  • Kelebihan berat badan atau melakukan sedikit aktivitas fisik
  • Memiliki ibu atau ayah yang menderita aterosklerosis sebelum usia 50 tahun

 

Apakah saya perlu tes?

Selain pemeriksaan fisik, dokter akan menganjurkan melakukan tes jika menurut mereka pasien mungkin memiliki bentuk aterosklerosis tertentu, seperti penyakit jantung koroner atau penyakit arteri perifer. Tes untuk masing-masing kondisi ini sangat berbeda.

Tes yang disebut "Profil Lipid" sering dilakukan pada orang yang mungkin menderita aterosklerosis. Ini adalah tes darah yang mengukur jumlah berbagai bentuk lemak dan kolesterol. Tingkat kolesterol LDL, kadang disebut juga kolesterol "jahat", adalah yang paling penting.

 

Bisakah masalah yang disebabkan oleh aterosklerosis dicegah?

Untuk mengurangi kemungkinan Anda mengalami serangan jantung, stroke, atau masalah terkait, lakukan hal berikut:

  • Minum obat yang diresepkan dokter untuk mengobati tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan mencegah pembekuan.
  • Menurunkan berat badan (jika Anda kelebihan berat badan).
  • Pilih pola makan yang kaya buah, sayuran, dan produk susu rendah lemak. Jangan makan banyak daging, permen, atau biji-bijian olahan.
  • Lakukan sesuatu yang aktif setidaknya selama 30 menit sehari setiap hari.
  • Berhenti merokok (jika Anda merokok). Minta bantuan dokter Anda.
  • Hindari meminum minuman beralkohol.

 

 

Sumber: Uptodate