Ragam Biopsi Payudara Untuk Menegakkan Diagnosis

22 Juni 2020 - 14:56 WIB

Ketika seorang dokter melakukan pemeriksaan klinis terhadap pasien dan didapatkan kecurigaan ke arah tumor ganas (kanker) atau meragukan, maka harus dilakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis pasti (yaitu diagnosis Patologi Anatomi / PA) sebelum diputuskan terapi apa yang harus dilakukan. Saat ini bukan lagi masanya dokter bedah meminta pasien untuk menjalani operasi tanpa tahu apa diagnosis pasti penyakit pasien. Syarat menegakkan diagnosis pasti adalah caranya harus sederhana dengan efek samping sangat minimal, namun mendapatkan hasil yang akurat.

 

Biopsi merupakan tindakan pengambilan sampel jaringan dari kelainan tersebut yang selanjutnya akan diperiksa oleh dokter spesialis patologi anatomi untuk mendapatkan diagnosis pasti. Rumor yang sering beredar di masyarakat mengenai biopsi adalah pendapat bahwa biopsi merupakan tindakan berbahaya

dan dapat memperparah kondisi. Pendapat tersebut tidak benar jika jenis biopsy yang dilakukan dan tindakan setelahnya tepat. Hal ini telah dibuktikan oleh berbagai penelitian ilmiah.

 

Secara garis besar, ada dua macam jenis biopsi, yaitu ada yang memerlukan operasi terbuka (operatif) dan tanpa operasi terbuka (per-kutan atau melalui kulit atau invasi minimal). Biopsi operatif sudah tidak lagi dianjurkan kecuali padakeadaan dimana tidak ada pilihan lain (yang sangat jarang ada dengan kemajuan teknologi dan kemampuan dokter yang baik). Selain itu, penelitian saat ini juga membuktikan, tidak semua tipe kanker payudara harus dilakukan operasi sebagai terapi pertama. Beberapa jenis kanker payudara akan memberi hasil pengobatan yang lebih baik, jika dilakukan terapi sistemik dulu sebelum dioperasi. Berikut adalah jenis-jenis biopsi payudara perkutan (tidak terbuka) yang bersifat inavasi minimal dan digunakan secara luas di seluruh dunia untuk menegakkan diagnosis.

 

A. Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB)

Dalam tindakan FNAB, dokter menggunakan jarum berdiameter kecil (25G) untuk mengambil sejumlah sel dari area yang dicurigai. Kemudian, sampel biopsy diperiksa untuk mengetahui jenis sel. FNAB sebaiknya dilakukan menggunakan panduan USG untuk melihat apakah jarum masuk dengan tepat ke area yang dicurigai. Prosedur ini umumnya tidak memerlukan anestesi atau pembiusan apapun. Keuntungan dari FNAB adalah kulit tidak harus disayat, sehingga tidak ada jahitan yang diperlukan dan biasanya tidak terlihat ada bekas luka. FNAB adalah jenis biopsi yang paling mudah untuk dilakukan. Tapi untuk kelainan pada payudara, FNAB memiliki kekurangan yaitu, terdapat kemungkinan sampel yang diambil kurang tepat sebesar 40% sehingga tidak dianjurkan, kecuali untuk mengambil sampel kelainan pada kelenjar getah bening (biasanya pada kasus terdapat kelainan payudara, kelenjar getah bening di ketiak).

 

B. Core Biopsy

Pada prosedur Core Biopsy, dokter menggunakan jarum dengan diameter yang lebih besar (14G) dari pada yang digunakan pada FNAB. Tindakan ini juga sebaiknya dilakukan dengan menggunakan panduan USG untuk memastikan jarum masuk dengan tepat ke area yang dicurigai. Prosedur ini menggunakan anestesi/ bius lokal. Setelah diberikan anestesi lokal, dokter membuat sayatan sepanjang sekitar 0,3 cm pada area yang akan dimasukan jarum. Luka bekas sayatan ini tidak memerlukan jahitan, cukup hanya ditutup dengan plester kecil. Core Biopsy kadang dapat menyebabkan memar, tetapi biasanya tidak meninggalkan bekas, dan anda tidak perlu khawatir karena memar dan pembengkakan dapat hilang dengan seiring waktu. Yang paling penting adalah keuntungan core biopsy untuk kelainan payudara adalah: core biopsy hanya membutuhkan waktu rata-rata kurang dari 15 menit dan pasien bisa segera pulang; dan jika beberapa hari kemudian hasil biopsi memang merupakan kanker, pasien dapat berdiskusi dengan dokter yang menanganinya tentang pilihan terapi yang sesuai untuk kondisi penyakit pasien saat itu dan mendapat penjelasan kelebihan serta kekurangan dari masing-masing pilihan tindakan. Kelebihan lain dari core biopsy adalah jaringan yang diambil dari core biopsy dapat dilanjutkan segera ke pemeriksaan sifat biologi kanker atau IHK yang penting untuk menjadi panduan pengobatan pasien. Angka ketepatan (sensitivitas dan spesivitas) core biopsy dengan panduan USG adalah 98-100%.

 

C. Vacuum Assisted Breast Biopsy (VABB)

VABB adalah biopsi per-kutan yang menggunakan jarum yang mebih besar lagi (10G) daripada core biopsy. Sebagaimana core biopsy, Angka ketepatan (sensitivitas dan spesivitas) VABB dengan panduan USG adalah 98-100%. Pada kecurigaan ganas, VABB dilakukan untuk massa yang lebih kecil dari pada 0,5 cm atau jika hasil core biopsy sebelumnya masih meragukan. Sedangkan untuk tumor jinak, VABB dapat digunakan untuk mengambil keseluruhan massa, selama tumor tersebut masih berukuran <2 cm. Hasil pengangkatan tumor jinak menggunakan VABB secara estetis sangat memuaskan.

 

 

Sumber:

dr. Farida Briani Sobri, SpB(K)Onk

Spesialis Bedah Onkologi