Pengguna Kacamata Optik Perlu Kacamata Hitam Saat Cuaca Panas? Pengguna kacamata optik tetap perlu memikirkan perlindungan mata ketika berada di luar ruangan saat cuaca cerah dan panas. Kacamata bening yang dipakai untuk membantu penglihatan belum tentu memberikan kenyamanan yang cukup ketika mata menghadapi cahaya sangat terang, pantulan dari jalan, permukaan air, pasir, atau bangunan.
Hal terpenting sebenarnya bukan suhu udara, melainkan paparan radiasi ultraviolet dan intensitas cahaya yang mencapai mata. Cuaca terasa panas sering bertepatan dengan kondisi langit cerah, tetapi sinar ultraviolet juga dapat mencapai permukaan bumi ketika udara tidak terlalu panas atau langit tertutup awan tipis. Karena itu, kebutuhan perlindungan tidak sebaiknya ditentukan hanya dengan melihat suhu. American Optometric Association menegaskan paparan UV tidak berkaitan langsung dengan temperatur, sehingga perlindungan tetap diperlukan ketika matahari bersinar atau awan tipis masih memungkinkan radiasi mencapai mata.
Bagi pemakai kacamata minus, plus, silinder, atau kombinasi ketiganya, tersedia beberapa pilihan. Mereka dapat menggunakan kacamata hitam resep, lensa fotokromik, kacamata clip on, atau bingkai pelindung yang dipasang di luar kacamata utama.
Pilihan terbaik bergantung pada jenis aktivitas, lama berada di luar ruangan, tingkat silau, kebutuhan koreksi penglihatan, kebiasaan berkendara, serta lapisan perlindungan yang sudah terdapat pada lensa optik.
Kacamata Optik Bening Bisa Memiliki Perlindungan UV
Tidak semua pengguna kacamata optik harus langsung mengganti kacamata ketika keluar rumah. Sebagian lensa resep bening telah dilengkapi lapisan yang mampu menyaring radiasi ultraviolet.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa lapisan UV pada lensa resep bening dapat memberikan perlindungan yang setara dengan lensa hitam apabila lapisan tersebut dibuat dan diterapkan dengan benar. Warna gelap bukan unsur utama yang menentukan kemampuan menahan UV.
Hal ini berarti seseorang yang menggunakan lensa bening dengan perlindungan UV memadai sebenarnya sudah memperoleh perlindungan dasar terhadap radiasi ultraviolet. Namun, lensa tersebut belum tentu mengurangi silau sebaik kacamata hitam.
Kacamata hitam mempunyai dua fungsi yang berbeda. Fungsi pertama adalah menyaring UV, sedangkan fungsi kedua adalah mengurangi jumlah cahaya tampak yang masuk ke mata.
Pengguna yang merasa mata tetap menyipit, berair, cepat lelah, atau sulit melihat saat berada di bawah cahaya terik dapat membutuhkan lensa berwarna meskipun kacamata beningnya sudah memiliki lapisan UV.
Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah lensa bening mampu menyaring UV, tetapi juga apakah lensa tersebut cukup nyaman digunakan pada kondisi cahaya yang sangat terang.
“Kacamata bening berlapis UV dapat melindungi mata, tetapi kacamata hitam tetap lebih nyaman ketika masalah utama pengguna adalah silau yang kuat.”
Suhu Panas Bukan Satu Satunya Penentu
Banyak orang baru mengambil kacamata hitam ketika udara terasa sangat panas. Padahal, radiasi UV dapat tetap tinggi walaupun angin terasa sejuk atau suhu tidak terlalu tinggi.
Indeks UV digunakan untuk menggambarkan tingkat radiasi ultraviolet matahari yang mencapai permukaan. Semakin tinggi nilainya, semakin besar potensi gangguan pada kulit dan mata. Indeks tersebut dibagi dari tingkat rendah hingga ekstrem.
Pada hari berawan, sebagian radiasi masih dapat melewati lapisan awan. National Eye Institute bahkan menganjurkan penggunaan kacamata yang memblokir UV ketika berada di luar ruangan, termasuk pada hari berawan.
Paparan juga dapat meningkat melalui pantulan. Air, pasir, jalan berwarna terang, kaca bangunan, dan permukaan kendaraan dapat mengarahkan cahaya kembali ke mata.
Oleh sebab itu, orang yang bekerja di luar ruangan, berkendara dalam waktu lama, berada di pantai, melakukan olahraga, atau berjalan pada tengah hari lebih membutuhkan perlindungan tambahan dibandingkan orang yang hanya berpindah sebentar dari satu bangunan ke bangunan lain.
Mengapa Sinar UV Perlu Dihindari Mata
Radiasi ultraviolet tidak selalu menimbulkan keluhan langsung. Seseorang dapat merasa baik baik saja meskipun matanya terpapar matahari berulang kali.
Paparan yang terkumpul dalam waktu panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak dan gangguan pada jaringan mata. National Eye Institute menyebut kacamata yang memblokir 99 sampai 100 persen UVA dan UVB dapat membantu melindungi mata serta menurunkan risiko katarak.
CDC juga menjelaskan bahwa kacamata hitam membantu melindungi mata dari radiasi UV dan mengurangi risiko katarak. Perlindungan turut mencakup kulit tipis di sekitar mata yang sering terkena sinar matahari.
Paparan sangat kuat dalam waktu singkat juga dapat menimbulkan gangguan pada permukaan mata. Keadaan seperti ini lebih mudah terjadi di lingkungan dengan pantulan tinggi, misalnya salju, air, atau pasir.
Mata anak membutuhkan perhatian khusus karena bagian dalamnya dapat meneruskan lebih banyak panjang gelombang menuju retina dibandingkan mata orang dewasa. AOA mengingatkan perlindungan mata anak sering terlupakan saat mereka melakukan kegiatan luar ruangan.
Kacamata Gelap Belum Tentu Aman
Warna lensa yang sangat gelap tidak menjamin kemampuan menyaring ultraviolet. Kacamata murah maupun mahal dapat memberikan perlindungan baik selama memiliki spesifikasi yang benar.
National Eye Institute menganjurkan konsumen memilih produk yang mencantumkan perlindungan 99 sampai 100 persen terhadap UVA dan UVB atau label UV400. Harga tinggi dan merek terkenal tidak otomatis berarti perlindungannya lebih baik.
Label UV400 menunjukkan lensa dirancang menyaring radiasi hingga panjang gelombang 400 nanometer. Keterangan tersebut umum digunakan sebagai penanda perlindungan menyeluruh terhadap UVA dan UVB.
Lensa gelap tanpa penyaring UV justru patut dihindari. Ketika cahaya tampak berkurang, pupil dapat melebar. Apabila radiasi UV tetap lolos, mata dapat menerima paparan lebih banyak melalui pupil yang membesar.
Konsumen perlu memeriksa label, kartu produk, atau informasi dari optik. Apabila ragu, beberapa optik memiliki alat pengukur untuk memeriksa kemampuan lensa menahan UV.
Kacamata Hitam Resep Menjadi Pilihan Paling Lengkap
Kacamata hitam resep merupakan pilihan bagi orang yang membutuhkan koreksi penglihatan sekaligus perlindungan dari cahaya terang.
Lensa dibuat mengikuti ukuran minus, plus, silinder, dan jarak pupil pengguna. Hasilnya, pemakai tetap memperoleh ketajaman pandangan yang sama seperti ketika memakai kacamata optik biasa.
American Academy of Ophthalmology menyarankan kacamata hitam memberikan perlindungan UV 100 persen. Tingkat kegelapan atau warna lensa tidak menentukan besarnya kemampuan menyaring UV.
Kacamata resep cocok bagi pengguna yang sering berkendara pada siang hari, bekerja di luar ruangan, berlibur ke pantai, atau melakukan aktivitas olahraga.
Kekurangannya, pengguna harus membawa dua kacamata dan menggantinya ketika masuk atau keluar ruangan. Biayanya juga lebih tinggi karena lensa dibuat sesuai resep.
Meski demikian, pilihan ini memberi kenyamanan paling konsisten. Pengguna dapat memilih warna, tingkat kegelapan, bahan lensa, lapisan antirefleksi, dan desain bingkai sesuai kebutuhan.
Lensa Fotokromik Bisa Menjadi Jalan Tengah
Lensa fotokromik berubah menjadi lebih gelap ketika terkena sinar ultraviolet dan kembali bening ketika berada di dalam ruangan.
American Academy of Ophthalmology menjelaskan bahwa lensa jenis ini dapat menyesuaikan tingkat warna secara otomatis sesuai cahaya, sehingga pengguna tidak perlu sering mengganti kacamata.
Pilihan tersebut sesuai untuk orang yang sering berpindah antara ruang tertutup dan area luar. Kacamata tetap dapat digunakan untuk membaca, bekerja, dan berjalan di bawah matahari.
Namun, lensa fotokromik mempunyai keterbatasan ketika dipakai di dalam mobil. Kaca kendaraan dapat menyaring sebagian UV yang dibutuhkan untuk mengaktifkan perubahan warna, sehingga lensa mungkin tidak menjadi segelap saat digunakan langsung di luar.
Kecepatan perubahan juga dipengaruhi suhu, jenis produk, usia lensa, serta intensitas cahaya. Beberapa lensa memerlukan waktu untuk kembali bening setelah pengguna masuk ruangan.
Orang yang sering mengemudi pada siang hari sebaiknya menanyakan jenis fotokromik yang dapat bereaksi terhadap cahaya tampak atau mempertimbangkan kacamata hitam resep terpisah.
Clip On Lebih Mudah untuk Pengguna Kacamata Harian
Clip on merupakan lensa berwarna yang dipasang di bagian depan kacamata optik. Sistem pemasangannya dapat memakai magnet, kait, atau penjepit.
Keunggulannya adalah pengguna tidak perlu membeli lensa resep kedua. Ketika berada di luar ruangan, clip on dipasang. Setelah masuk bangunan, bagian tersebut dapat dilepas.
Produk yang dipilih harus sesuai ukuran bingkai agar tidak mengganggu pandangan atau mudah terlepas. Berat tambahan juga perlu diperhatikan karena dapat menekan hidung.
Clip on tetap harus memiliki perlindungan UV yang jelas. Warna gelap saja tidak cukup.
Pada beberapa bingkai modern, clip on dibuat sebagai satu paket sehingga bentuknya menyatu dengan kacamata. Pilihan ini lebih rapi dibandingkan produk universal yang ukurannya belum tentu tepat.
Kacamata Over Glasses Bisa Digunakan di Luar Kacamata Optik
Pilihan lain adalah kacamata hitam berukuran besar yang dipakai menutupi kacamata optik. Produk ini sering disebut fit over atau over glasses.
Model tersebut berguna bagi pengguna yang tidak ingin membuat lensa resep baru. Bingkai dirancang lebih lebar agar kacamata utama tetap berada di dalam.
Kacamata jenis ini juga dapat memberi perlindungan samping yang lebih baik. CDC menyebut desain wraparound membantu mencegah radiasi masuk dari sisi bingkai.
Kekurangannya berada pada ukuran yang lebih besar dan penampilan yang mungkin kurang sesuai bagi sebagian pengguna. Pemakai juga perlu memastikan kedua bingkai tidak saling menekan.
Untuk kegiatan berkendara, memancing, atau berada di area terbuka dalam waktu panjang, perlindungan dari sisi dapat menjadi keuntungan besar.
Bingkai Lebar Memberi Perlindungan Lebih Baik
Ukuran dan bentuk bingkai memengaruhi jumlah cahaya yang masuk dari sisi, atas, dan bawah.
Kacamata berukuran kecil dapat menutupi bagian depan mata, tetapi masih membiarkan sinar mencapai mata dari arah samping. Model wraparound atau bingkai besar memberi cakupan lebih luas.
American Optometric Association menyarankan bingkai berada dekat dengan mata dan mengikuti bentuk wajah agar radiasi dari berbagai arah lebih sulit masuk.
Bingkai juga harus terasa nyaman. Produk yang terlalu ketat dapat menekan pelipis, sedangkan bingkai longgar mudah turun ketika pengguna berkeringat.
Untuk pengguna kacamata resep, ukuran lensa perlu disesuaikan dengan ketebalan dan kekuatan koreksi. Lensa minus tinggi dapat menjadi lebih tebal pada bagian tepi apabila bingkainya terlalu besar.
Optik dapat membantu memilih ukuran yang tetap memberi perlindungan luas tanpa membuat lensa terlalu berat.
Lensa Polarisasi Mengurangi Silau Pantulan
Polarisasi berbeda dari perlindungan UV. Lensa terpolarisasi dirancang untuk mengurangi silau yang berasal dari permukaan datar seperti jalan, air, atau kap kendaraan.
Jenis ini sangat membantu saat mengemudi, memancing, berlayar, atau beraktivitas di pantai. Pandangan dapat terasa lebih nyaman karena pantulan menyilaukan berkurang.
Namun, lensa polarisasi tetap harus memiliki perlindungan UV tersendiri. Sifat polarisasi tidak otomatis menunjukkan kemampuan menahan UVA dan UVB.
Pengguna juga perlu mencoba lensa ketika melihat layar digital. Pada sudut tertentu, layar kendaraan, telepon, atau mesin dapat terlihat lebih gelap karena interaksi dengan filter polarisasi.
Kacamata resep dapat dibuat dengan lapisan polarisasi. Biayanya biasanya lebih tinggi, tetapi manfaatnya terasa bagi orang yang sering menghadapi pantulan kuat.
Warna Lensa Tidak Menentukan Perlindungan UV
Lensa hitam, abu abu, cokelat, hijau, kuning, dan warna lain dapat memberikan perlindungan UV yang sama apabila menggunakan filter yang sesuai.
Warna lebih banyak memengaruhi persepsi cahaya dan kenyamanan. Abu abu cenderung menjaga warna terlihat alami, sedangkan cokelat dapat meningkatkan perbedaan antara objek pada kondisi tertentu.
Lensa kuning atau jingga sering digunakan untuk meningkatkan kontras, tetapi belum tentu sesuai pada siang yang sangat terik karena tingkat pengurangan cahaya dapat lebih rendah.
Untuk penggunaan umum, warna abu abu atau cokelat sering menjadi pilihan mudah. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda, terutama bagi pengguna yang memiliki gangguan persepsi warna.
Pengguna sebaiknya mencoba lensa di bawah cahaya yang cukup sebelum membeli. Warna yang terlihat menarik di dalam toko dapat terasa terlalu gelap atau terlalu terang ketika digunakan di luar.
Kacamata Hitam Tidak Boleh Dipakai Saat Malam
Kacamata hitam tidak dianjurkan untuk mengemudi atau berjalan pada malam hari. Lensa gelap mengurangi jumlah cahaya yang masuk sehingga objek, pejalan kaki, marka jalan, dan kendaraan lebih sulit terlihat.
Untuk malam hari, pengguna kacamata resep lebih cocok memakai lensa bening dengan lapisan antirefleksi. AOA menyebut lapisan antirefleksi pada kedua permukaan lensa dapat membantu mengurangi sebagian gangguan cahaya saat berkendara malam.
Kacamata berwarna kuning yang dipasarkan untuk mengemudi malam juga tidak selalu meningkatkan keselamatan. Pengguna perlu berhati hati terhadap klaim yang tidak disertai pemeriksaan atau bukti jelas.
Keluhan silau berat pada malam hari dapat berkaitan dengan resep yang berubah, permukaan lensa tergores, mata kering, katarak, atau gangguan lain. Pemeriksaan mata lebih tepat daripada hanya mengganti warna lensa.
Pengguna Lensa Kontak Tetap Membutuhkan Kacamata Hitam
Sebagian lensa kontak mempunyai perlindungan UV, tetapi cakupannya hanya berada pada bagian mata yang tertutup lensa.
Kelopak, kulit sekitar mata, serta bagian putih mata masih dapat terkena radiasi dari arah depan maupun samping.
American Optometric Association menyarankan pengguna lensa kontak berpelindung UV tetap memakai kacamata hitam untuk memperoleh cakupan yang lebih luas.
Kacamata hitam juga membantu mengurangi terpaan angin, debu, dan udara kering yang dapat membuat lensa kontak terasa tidak nyaman.
Pengguna tidak boleh mengandalkan lensa kontak sebagai satu satunya pelindung ketika berada di luar dalam waktu panjang.
Anak Berkacamata Juga Perlu Perlindungan
Anak yang memakai kacamata minus atau silinder tetap memerlukan perlindungan ketika bermain di luar ruangan.
Mereka dapat menggunakan kacamata hitam resep, clip on, atau lensa fotokromik. Bingkai perlu sesuai ukuran kepala dan tidak mudah terlepas saat bergerak.
National Eye Institute menganjurkan pemilihan kacamata yang memblokir 99 atau 100 persen UVA dan UVB bagi anak yang berada di bawah matahari.
Orang tua perlu memastikan anak tidak menatap matahari secara langsung. Kacamata hitam biasa, termasuk yang sangat gelap, tidak aman digunakan untuk melihat matahari atau gerhana.
Topi bertepi lebar dapat ditambahkan untuk mengurangi cahaya yang datang dari atas.
Pengguna dengan Kondisi Mata Tertentu Perlu Lebih Waspada
Sebagian orang lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan orang lain. Keluhan dapat berupa silau, mata berair, sakit kepala, rasa perih, atau kesulitan membuka mata di bawah cahaya terang.
Sensitivitas dapat muncul setelah operasi mata, penggunaan obat tertentu, migrain, gangguan pada kornea, radang mata, atau kondisi retina.
Orang yang baru menjalani tindakan medis sebaiknya mengikuti anjuran dokter mengenai jenis lensa dan lama pemakaian.
Kacamata hitam tidak boleh digunakan terus menerus di dalam ruangan tanpa alasan medis. Kebiasaan tersebut dapat membuat mata semakin terbiasa pada kondisi gelap dan merasa lebih tidak nyaman saat kembali menghadapi cahaya normal.
Apabila sensitivitas muncul mendadak, hanya terjadi pada satu mata, disertai nyeri, penglihatan kabur, kilatan cahaya, atau mata merah berat, pemeriksaan dokter mata perlu dilakukan.
Kacamata Hitam Bukan Pelindung Benturan
Kacamata optik dan kacamata hitam biasa dirancang untuk membantu penglihatan dan menyaring cahaya. Keduanya belum tentu mampu melindungi mata dari benturan, serpihan, bahan kimia, atau pekerjaan berisiko.
National Eye Institute menjelaskan kacamata biasa, kacamata hitam, dan lensa kontak tidak dapat menggantikan pelindung mata untuk aktivitas yang berisiko menimbulkan cedera.
Pekerja yang berhadapan dengan debu, logam, cairan kimia, mesin, atau benda terbang membutuhkan kacamata keselamatan yang memenuhi standar.
Pelindung tersebut dapat dibuat dengan resep atau dipasang di luar kacamata optik. CDC menyebut pemilihan perangkat harus disesuaikan dengan jenis bahaya dan kebutuhan penglihatan pengguna.
Cara Memeriksa Lensa Optik yang Sudah Dimiliki
Pengguna dapat memulai dengan melihat dokumen pembelian atau menanyakan spesifikasi lensa kepada optik.
Cari keterangan mengenai UV400, perlindungan UVA dan UVB, lapisan antirefleksi, bahan lensa, serta kemampuan fotokromik.
Sebagian bahan lensa memiliki perlindungan UV bawaan, sedangkan lainnya membutuhkan lapisan tambahan. Informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada tenaga optik.
Lensa yang telah tergores berat, lapisannya mengelupas, atau mengalami perubahan warna sebaiknya diperiksa. Kerusakan permukaan dapat menurunkan kejernihan pandangan dan meningkatkan silau.
Resep juga perlu diperbarui secara berkala. Kacamata hitam yang mempunyai perlindungan baik tetap tidak nyaman apabila ukuran koreksinya sudah tidak sesuai.
Ciri Kacamata Hitam yang Layak Dipilih
Produk yang baik perlu mencantumkan perlindungan 99 sampai 100 persen UVA dan UVB atau UV400. CDC dan National Eye Institute sama sama menempatkan kemampuan tersebut sebagai unsur utama saat memilih kacamata hitam.
Bingkai sebaiknya menutup mata dengan cukup luas, terasa stabil, dan tidak mengganggu pandangan samping.
Lensa harus bebas dari gelombang atau perubahan bentuk yang membuat objek terlihat bengkok. Pengguna dapat menggerakkan kacamata di depan garis lurus untuk melihat apakah gambar berubah secara tidak wajar.
Untuk pengguna resep, pusat optik lensa harus sesuai dengan posisi pupil. Kesalahan pengukuran dapat menyebabkan pusing, mual, atau mata cepat lelah.
Kacamata juga harus sesuai dengan aktivitas. Lensa polarisasi berguna untuk pantulan, lensa tahan benturan lebih tepat untuk olahraga, sedangkan fotokromik cocok untuk perpindahan ruang.
“Pemakai kacamata optik tidak selalu membutuhkan dua kacamata setiap saat, tetapi mereka tetap membutuhkan perlindungan UV yang terukur dan pengurangan silau sesuai aktivitas.”
Waktu yang Tepat Memakai Kacamata Hitam
Kacamata hitam sebaiknya digunakan ketika cahaya membuat mata menyipit, indeks UV sedang hingga tinggi, atau pengguna berada di area terbuka dalam waktu panjang.
Kebutuhan meningkat saat berkendara siang, berjalan di pantai, berada dekat air, melakukan olahraga, atau berada di lingkungan dengan banyak pantulan.
Pemakaian juga dianjurkan ketika langit sedikit berawan tetapi cahaya tetap terang. Radiasi UV masih dapat mencapai mata pada keadaan tersebut.
Apabila kacamata optik bening sudah memiliki UV400 dan pengguna hanya keluar sebentar tanpa merasa silau, kacamata hitam tambahan tidak selalu wajib.
Namun, untuk perlindungan yang lebih luas, pengguna dapat menambahkan topi bertepi lebar, memilih tempat teduh, dan menghindari terlalu lama berada di bawah matahari tengah hari.
Kebutuhan akhir bergantung pada spesifikasi lensa yang sudah dipakai. Pengguna yang tidak mengetahui apakah kacamata optiknya memiliki perlindungan UV sebaiknya memeriksakannya di optik sebelum mengandalkannya sebagai pelindung utama.
