Fenomena Child Free dan Childless Dari Sudut Pandang Kejiwaan


Posted Date: 13 Dec 2021 14:37:55

Image Description

Metrohealth RS MMC - Keputusan memiliki anak atau tidak di kalangan Milenial atau “Generasi Sandwich” sekarang kembali menjadi sorotan. Dokter Spesialis Kejiwaan RS Metropolitan Medical Centre Jakarta, dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, Sp.KJ, MPH, dalam penjelasannya mengenai topik Child Free dan Childless menyebutkan bahwa fenomena ini memang pernah terjadi di masa lampau, tahun 1800-an. Orang dulu juga ada yang “Child Free”, namun tidak terekspos media seperti sekarang. Jadi, kontroversi tentang pendapat tidak memiliki anak sekarang menjadi viral kembali. Perdebatan mengenai pilihan mau atau tidak mau memiliki anak harus kita cermati antara Child Free atau Childless. Keduanya berbeda nih, MetroFriends!


Keputusan sebuah keluarga untuk memiliki anak, atau tidak, memang bisa menjadi buah bibir ketika sedang kumpul keluarga besar. Apalagi ketika ada keluarga baru, tentu pertanyaan seputar rencana mereka untuk memiliki anak tidak bisa dihindari. Terlepas dari tradisi, budaya dan agama yang dianut, mari kita lihat kondisi kesehatan serta mental pasangan keluarga tersebut. Itu akan menjadi hal penting yang perlu dipahami dan hargai bersama.


Ada perbedaan dari Child Free dan Childless. Ketika pasangan suami istri memiliki kemampuan secara medis untuk mendapatkan anak, namun mereka tetap bersepakat untuk tidak memiliki anak karena alasan tersendiri atau faktor eksternal, seperti lingkungan hidup dan finansial, maka inilah yang disebut dengan Child Free. Sedangkan, Childless adalah ketika pasangan tersebut tidak memiliki kemampuan secara kesehatan medis untuk mendapatkan keturunan, baik karena ada faktor fisik, penyakit berat, atau biologis.


“Ada sebuah studi di Michigan, Amerika Serikat, terkait fenomena Childless yang sebelumnya berada dibawah 10% pada 10-15 tahun lalu, namun saat ini sudah mencapai 27%. Terjadi peningkatan bagi pasangan yang tidak ingin memiliki anak. Hal ini termasuk di negara-negara Eropa dan Taiwan. Sedangkan di Indonesia, beberapa artikel tentang kelompok Child Free yang memutuskan untuk tidak mempunyai anak sudah ada sebanyak 300-an orang. Tapi memang ada juga yang karena Childless atau punya penyakit, atau pasangan yang juga bisa berpotensi menularkan penyakit genetik, sehingga memutuskan untuk tidak punya anak.” ujar dr. Adhi. 

Terdapat beberapa konsekuensi apabila keluarga memilih menjalani ChildFree di Indonesia. Dikutip dari media nasional, konsekuensi tersebut dapat berupa, kekerasan verbal dari masyarakat, stigma negatif dari lingkungan, bahkan ketidakstabilan pernikahan.


Untuk itu, keputusan tidak memiliki anak sebaiknya harus disepakati oleh pasangan suami dan istri bersama. Persiapkan juga untuk berkomunikasi dengan pihak keluarga besar, agar bisa mendapat dukungan dari lingkungan yang tepat.

 

Apabila alasan Child Free merupakan permasalahan mental yang memerlukan penanganan dari psikolog atau psikiater, maka harus ditangani dengan serius. Temui spesialis kejiwaan atau tenaga medis untuk bisa membantu pengobatan. Setelah itu diharapkan keluarga dapat lebih siap untuk mempunyai anak.


Selain itu, dr. Adhi juga memberikan saran bahwa keterbukaan dan kejujuran terhadap pasangan berperan penting untuk menjaga komitmen membangun rumah tangga dalam memiliki anak atau tidak. Keharmonisan dalam keluarga dapat terus diusahakan.


Salam keluarga sehat dan bahagia.Apabila alasan Child Free merupakan permasalahan mental yang memerlukan penanganan dari psikolog atau psikiater, maka harus ditangani dengan serius. Temui spesialis kejiwaan atau tenaga medis untuk bisa membantu pengobatan. Setelah itu diharapkan keluarga dapat lebih siap untuk mempunyai anak.


Selain itu, dr. Adhi juga memberikan saran bahwa keterbukaan dan kejujuran terhadap pasangan berperan penting untuk menjaga komitmen membangun rumah tangga dalam memiliki anak atau tidak. Keharmonisan dalam keluarga dapat terus diusahakan.


Salam keluarga sehat dan bahagia. (CAT)


dr. Adhi Wibowo Nurhidayat, Sp.KJ, MPH
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa

Jadwal dokter spesialis Kedokteran Jiwa dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp. Jadwal dokter spesialis Kedokteran Jiwa dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp.

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi! 




 







Powered by Froala Editor


Blog Comments



Post a comment