Prosedur Laparoskopi Kolesistektomi: Operasi Pengangkatan Batu Empedu


Posted Date: 09 Jan 2023 14:48:02

Image Description

Apa itu Laparoskopi Kolesistektomi?

Laparoskopi Kolesistektomi adalah tindakan operasi pemotongan dan pengangkatan kandung empedu melalui sayatan kecil dengan bantuan alat khusus berupa selang tipis berkamera (laparoskop). Laparoskopi Kolesistektomi sering digunakan untuk menangani kondisi Cholelithiasis atau batu empedu, Kolesistitis atau radang kandung empedu, Pankreatitis atau radang kelenjar pankreas, diskinesia bilier atau gangguan kandung empedu dan salurannya, serta Choledocholithiasis atau batu saluran empedu.


Dalam operasi laparoskopi, dokter bedah membuat sayatan kecil. Biasanya panjangnya sekitar 1 sentimeter. Karena itulah bedah laparoskopi juga sering disebut sebagai prosedur bedah minimal invasif. Dari sayatan kecil tersebut, dokter bedah akan memasukkan laparoskop berkamera yang gambarnya akan ditampilkan pada monitor di ruang bedah.

Mengapa dilakukan tindakan Laparoskopi Kolesistektomi?

Laparoskopi Kolesistektomi biasanya dilakukan pada penderita penyakit batu empedu, terutama yang mengalami gejala. Namun, penderita tanpa gejala dengan kondisi tertentu juga dianjurkan menjalankan prosedur laparoskopi kolesistektomi ini. Berikut adalah kondisi tertentu yang dialami penderita batu empedu tidak bergejala:


  • Gangguan pembekuan darah (koagulopati) yang tidak terkontrol

  • Penyakit paru obstruktif kronis

  • Gagal jantung

  • Kandung empedu yang mengalami pembusukan

  • Obesitas

  • Sedang hamil

  • Diduga menderita kanker kandung empedu

  • Sirosis


Sama seperti Prosedur Kolonoskopi pada usus besar, Laparoskopi Kolesistektomi ini juga menggunakan gas untuk menggelembungkan rongga perut agar dapat memonitor dalam tubuh lebih jelas. Oleh karena itu, pasien yang menderita penyakit paru obstruktif kronis atau gagal jantung sebaiknya menjalani operasi angkat kandung empedu secara konvensional. Karena pasien dengan penyakit tersebut sensitif terhadap gas yang dipakai untuk menggembungkan rongga perut selama operasi. 


Pasien yang diduga menderita kanker kandung empedu juga sebaiknya menjalani operasi angkat kandung empedu secara konvensional. Tujuannya adalah agar dokter bisa memeriksa kondisi jaringan di sekitar kandung empedu dengan lebih baik dan untuk mengurangi risiko terjadinya kebocoran pada organ sewaktu operasi.


Bagaimana Prosedur Tindakan Laparoskopi Kolesistektomi?

Sebelum memulai prosedur tindakan laparoskopi kolesistektomi, dokter akan memberikan obat anestesi untuk pembiusan total. Setelah obat bius bekerja, prosedur laparoskopi pun dimulai.


  • Pertama, pasien akan dibaringkan dengan posisi telentang. Kemudian, dokter membuat sayatan kecil pada kulit di perut pasien, dekat dengan kandung empedu.

  • Dokter akan memasukan alat laparoskop dengan kamera di ujungnya melalui sayatan tersebut.

  • Gambaran kondisi kandung empedu pun akan muncul di layar monitor.

  • Kemudian dokter akan memberikan udara ke dalam rongga perut melalui selang laparoskop untuk memastikan area yang akan dioperasi tidak tertutup oleh jaringan lain. Selain itu, udara yang disalurkan juga untuk melihat kondisi rongga perut agar lebih jelas.

  • Dengan bantuan dari monitor, dokter akan memasukkan alat-alat yang diperlukan selama operasi berlangsung.

  • Setelah alat-alat tersebut berada di lokasi yang tepat, dokter akan melakukan pemotongan dan pengangkatan kandung empedu.

  • Ketika kandung empedu pasien sudah diangkat, dokter akan memeriksa kondisi organ di sekitar kandung empedu dengan foto rontgen yang disebut kolangiografi. Jika tidak ditemukan masalah atau kelainan, dokter akan menutup dan menjahit sayatan pada kulit.

  • Operasi pengangkatan kandung empedu dengan laparoskopi biasanya berlangsung selama kurang lebih 1–2 jam. Pasien yang sudah selesai menjalani operasi akan dibawa ke ruang perawatan untuk pemulihan.


Apabila terjadi masalah atau komplikasi sewaktu kolesistektomi laparoskopik berlangsung, dokter dapat beralih ke kolesistektomi konvensional, yaitu dengan membuat sayatan yang lebih besar untuk membuka rongga perut.


Adakan komplikasi yang bisa terjadi setelah menjalani prosedur Laparoskopi Kolesistektomi?

Walaupun terbilang jarang terjadi, namun kemungkinan terjadinya komplikasi setelah tindakan laparoskopi kolesistektomi tetap dapat terjadi seperti perdarahan, infeksi, dan cedera pada saluran yang membawa cairan empedu dari kantung empedu ke lambung. 


Selama prosedur tindakan laparoskopi kolesistektomi, usus atau pembuluh darah utama dapat terluka pada saat peralatan dimasukkan ke dalam perut. Komplikasi tersebut juga jarang terjadi. Komplikasi spesifik lainnya dapat meliputi:


  • Kerusakan pada struktur seperti usus, kandung kemih atau pembuluh darah

  • Munculnya hernia di sekitar sayatan

  • Surgical emphysema

  • Kebocoran cairan atau batu empedu

  • Tertahannya batu

  • Nyeri yang berlanjut

  • Diare

  • Peradangan pada lapisan perut

  • Reaksi alergi

  • Luka pada saluran empedu

  • Luka pada usus

  • Kerusakan serius pada hati

Namun, MetroFriends dapat meminimalisir risiko komplikasi tersebut dengan mengikuti instruksi dari dokter sebelum operasi, seperti berpuasa dan berhenti mengkonsumsi obat tertentu.


Itulah penjelasan mengenai prosedur tindakan laparoskopi kolesistektomi yang perlu MetroFriends ketahui. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai prosedur laparoskopi kolesistektomi, penyakit batu empedu, atau ingin mendapatkan informasi rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan 0817-4903-299 atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Bedah Digestif untuk mendeteksi dini adanya batu empedu yang dapat ditemui Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. Cek jadwal dokter disini.


NCBI | NHSHealthline.com

Powered by Froala Editor


Blog Comments



Post a comment